PSG Tolak Dikaitkan dengan Macron yang Bikin Muslim Dunia Marah

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Lawatan Paris Saint-Germain (PSG) ke Fatih Terim Stadium, markas Istanbul Basaksehir dalam lanjutan Grup G Liga Champions, Kamis dini hari WIB 29 Oktober 2020 di bawah bayang-bayang polemik politik. Sebabnya, Presiden Prancis, Emmanuel Macron sudah membuat umat Muslim di dunia marah.

Dia dikecam karena dianggap membela penerbitan kartu yang menghina Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Alasannya membela itu karena mengutamakan kebebasan berekspresi. Dia juga menyebut Islam sebagai agama dalam krisis di seluruh dunia.

Dan yang paling vokal menyuarakan kecaman terhadap Macron adalah Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. Bahkan ada seruan untuk melakukan boikot terhadap semua produk dari Prancis.

PSG yang sudah terbang ke Turki ditakutkan mendapat efek negatif dari kemarahan Erdogan. Namun, pelatih Thomas Tuchel menolak timnya dikaitkan ke dalam polemik itu.

"Kami tidak khawatir. Saya sedih, karena kehidupan harmonis secara bersama-sama jadi tidak memungkinkan," ujar Tuchel, dikutip dari laman resmi PSG.

"Semua orang berharap itu yang terjadi. Jadi saya agak sedih, tapi tidak mengkhawatirkannya," imbuh juru taktik asal Jerman tersebut.

Dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Tuchel mengaku belum berbicara mengenai masalah ini kepada para pemain. Tapi dia memastikan akan ada pembahasan di internal.

Mereka harus menanggalkan sementara status sebagai pesepakbola dalam membicarakannya. Karena ini masalah dunia, di mana seharusnya setiap manusia hidup dalam harmoni secara berdampingan.

"Kami belum berbicara dengan para pemain mengenai situasi saat ini. Saya akan memikirkannya, mungkin kami akan berbicara kepada mereka, bukan sebagai pesepakbola, tapi hidup sebagai manusia di dunia," tuturnya.

Lagi pula PSG penting untuk fokus penuh kepada pertandingan. Mereka membutuhkan kemenangan guna menjaga asa untuk lolos ke babak selanjutnya.

"Kami perlu fokus pada sisi olahraga. Kami memiliki hak istimewa untuk bermain di Liga Champions," kata mantan pelatih Borussia Dortmund itu.

Kemenangan menjadi harga mati untuk PSG dalam lawatan ke markas Istanbul Basaksehir kali ini. Karena di pertandingan sebelumnya, mereka kalah 1-2 dari Manchester United.