Psikotes Untuk Seleksi Timnas U-19

TRIBUNNEWS.COM - Seleksi ketat akan dilakukan pelatih timnas U-19, Indra Sjarif sebelum memutuskan pemain yang masuk dalam skuad Garuda muda yang akan diterjunkan ke piala AFF 2013.

Ia akan menerapkan psikotes di sela-sela pemusatan latihan di Yogyakarta.

Metode ini untuk menemukan pemain yang tahan banting dan kuat menghadapi tekanan.

"Kami di sini tidak hanya mencari anak yang pandai main bola. Sebagai pesepak bola, kalian harus memiliki karakter dan kepribadian baik. Itu bekal masa depan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar," kata Indra kepada 40 pemain yang mengikuti seleksi hingga 26 Juni mendatang, Senin (24/6).

Sesi psikotes diambil alih pelatih mental, Guntur Cahyo Utomo. Ia menggunakan tes tertulis dilanjut sesi wawancara.

Manfaat psikotes adalah mengidentifikasi semua aspek psikologis yang melekat. Mulai dari kepribadian, karakter, kecenderungan perilaku, serta potensi emosi.

Efeknya bagi Timnas, pelatih lebih mengenal setiap pemain dan memudahkan dalam memberikan metode tepat sasaran dan efisien.
Selama ini, pendekatan psikologis tidak cukup populer di sepak bola Indonesia.

Pelatih, ujarnya cenderung mempertahankan pola didik konvensional dan berpusat pada materi latihan fisik, taktik, dan teknik.

Khusus di Timnas U-19, Guntur ingin menghindari pemain yang cepat puas dan cenderung sombong dengan pencapaiannya sekarang.

"Secara individual, kecenderungan semua orang berbeda-beda. Kalau sudah mengetahui persis karakter pemain, akan lebih mudah dipilih metode apa untuk meningkatkan kemampuannya," ujar Guntur.

Guntur mencontohkan, dalam sebuah pertandingan ada pemain yang menonjol sewaktu latihan tetapi justru melempem ketika bermain di laga resmi.

Itu akibat tekanan penonton atau bobot partai itu.

"Itu terjadi karena belum adanya pelatihan mental. Di sini kami ingin mempersiapkan pemain. Jadi diharapkan tekanan sebesar apapun bisa mereka atasi," tegasnya.

Selengkapnya di edisi cetak Berita Kota Super Ball

Baca Juga:

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.