PSIM Lengkapi Susunan Tim Pelatih untuk Hadapi Persaingan di Liga 2 Musim Depan

Bola.com, Yogyakarta - PSIM Yogyakarta secara resmi memperkenalkan jajaran tim pelatih yang akan mendampingi Imran Nahumarury untuk mengarungi kompetisi Liga 2 musim 2022/2023.

Dalam menjalankan tugasnya, Imran akan didampingi oleh Dwi Priyo Utomo sebagai asisten pelatih. Sementara itu, posisi pelatih fisik dipercayakan kepada mantan pelatih fisik Timnas U-16, Sansan Susanpur.

Sedangkan Didik Wisnu akan tetap mengisi posisi pelatih kiper Laskar Mataram (julukan PSIM). Didik sudah sejak musim lalu menjadi pelatih kiper PSIM. Untuk posisi analis tim PSIM akan kembali diserahkan kepada Ivan Wirajaya.

Chief Executive Officer (CEO) PSIM Yogyakarta, Bima Sinung Widagdo, turut menyampaikan alasan mengapa keempat orang inilah yang ditunjuk untuk menjadi pendamping Imran Nahumarury dalam menangani Laskar Mataram.

“Staf pelatih yang akan membantu coach Imran musim ini merupakan kombinasi dari staf pelatih yang telah menjadi bagian dari PSIM di musim lalu dan staf pelatih yang baru bergabung di musim ini,” ujar Bima.

Penuh Pengalaman

<p>CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung sedang memaparkan materi saat kunjungan ke kantor Bola.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (11/05/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

CEO PSIM Yogyakarta, Bima Sinung sedang memaparkan materi saat kunjungan ke kantor Bola.com di Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (11/05/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Diketahui, sebelum bersama PSIM Yogyakarta, Dwi Priyo Utomo dan Sansan Susanpur pernah menjadi bagian dari jajaran tim pelatih Madura United.

Tidak hanya itu, Dwi juga pernah menjadi pelatih kepala Persik Kediri, asisten pelatih Persekat Tegal, asisten pelatih Persip Pekalongan dan pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia U-16.

Sementara, Sansan pernah tercatat menjadi pelatih fisik di beberapa klub tanah air seperti Barito Putra, Persisam Samarinda hingga Persija Jakarta. Sedangkan Didik Wisnu bukanlah nama asing bagi publik Jogja, dirinya telah lama menjadi bagian dari keluarga besar Laskar Mataram. Sementara itu, Ivan Wirajaya sudah mengisi posisi analis Laskar Mataram sejak musim lalu.

Banyak Membantu

Imran Nahumarury resmi ditunjuk sebagai pelatih baru PSIM Yogyakarta.(Dok. PSIM Yogyakarta)
Imran Nahumarury resmi ditunjuk sebagai pelatih baru PSIM Yogyakarta.(Dok. PSIM Yogyakarta)

Bima menambahkan bahwa kehadiran par asisten pelatih yang merapat ke PSIM, bakal sangat membantu kinerja pelatih kepala yaitu Imran Nahumarury.

“Coach Didik sebagai pelatih kiper dan Ivan sebagai analis di musim lalu, tentunya kami harapkan akan dapat membantu coach Imran dalam menyesuaikan diri di dalam tim. Sedangkan coach Dwi sebagai asisten pelatih dan coach Sansan sebagai pelatih fisik merupakan pelatih-pelatih yang sudah sangat berpengalaman,”

“Mereka tercatat pernah melatih beberapa klub kasta tertinggi bahkan pernah menjadi bagian tim pelatih di tim nasional. Bergabungnya pelatih-pelatih tersebut tentunya dapat membantu Coach Imran untuk mencapai tujuannya untuk membawa PSIM promosi,” tambah Bima.

Serius Ingin Promosi

Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Dewa United yang dicetak oleh Hapidin (kanan) dalam matchday pertama Grup Y Babak 8 besar Liga 2 2021 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (16/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Sejumlah pemain PSIM Yogyakarta merayakan gol penyeimbang 1-1 ke gawang Dewa United yang dicetak oleh Hapidin (kanan) dalam matchday pertama Grup Y Babak 8 besar Liga 2 2021 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (16/12/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

PSIM Yogyakarta nyaris promosi dari ke kasta tertinggi musim lalu. Namun, mereka justru gagal di fase yang sangat genting.

Diketahui, skuad yang musim lalu ditukangi Seto Nurdiyantoro kalah di babak semifinal. Di laga perebutan posisi ketiga, Laskar Mataram pun kembali kalah.

PSIM tentu tak mau hal serupa kembali terulang. Maka dari itu mereka sudah melakukan persiapan sedini mungkin.

Pelatih dan beberapa nama pemain baru sudah datang ke Mandala Krida. Padahal, jadwal dan format Liga 2 musim depan masih belum jelas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel