PSIS Beri Keleluasaan Pemain Beraktivitas Selama Shopee Liga 1 2020 Vakum

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Semarang - Setelah diliburkan akibat penundaan Shopee Liga 1 2020, pemain PSIS Semarang bebas beraktivitas. Sebagian besar pemain Mahesa Jenar sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.

Ada juga beberapa yang masih menetap di Semarang, yakni gelandang asal Chile Jonathan Cantillana dan kiper Jandia Eka Putra yang belum pulang ke Padang. Namun, seluruh pemain PSIS tetap diminta menjaga protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19.

Aktivitas yang masih dapat dilakukan adalah tetap dengan berlatih atau bermain bola dengan rekan-rekannya.

Belum lama ini, Jandia Eka Putra, Muhammad Rio Saputro, Hari Nur Yulianto, Septian David Maulana, dan mantan gelandang PSIS Muhammad Yunus, meramaikan sebuah pertandingan di Stadion Citarum.

"Tidak masalah para pemain punya aktivitas main bola, meski tim sedang diliburkan. Mereka pemain profesional, pasti tahu bagaimana dalam menjaga kebugaran. Kami tidak dapat melarang mereka," ungkap asisten pelatih PSIS, Imran Nahumarury, Rabu (4/11/2020).

"Kecuali kalau pada saat jadwal latihan dengan tim (PSIS), baik masa persiapan atau ketika kompetisi. Dalam situasi seperti sekarang ini justru bagus buat mereka bisa sekaligus berlatih," katanya.

Tarkam

Pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana, saat berlatih di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Pemain PSIS Semarang, Septian David Maulana, saat berlatih di Kabupaten Karanganyar, Sabtu (27/6/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Di sisi lain, akibat kekosongan kompetisi semenjak bulan Maret lalu, banyak wilayah yang menggelar tarkam. Menurut Imran, dalam kondisi pelik, wajar jika pemain mencari sumber pemasukan lain, satu di antaranya dari tarkam.

"Tidak adanya kompetisi sekarang ini ya tidak masalah juga. Selain mengisi kekosongan, mereka dapat pemasukan. Itu bagus buat mereka. Kondisi dapat, kebugaran dapat, dapat uang juga," beber eks pemain Persija Jakarta.

"Para pain sudah dewasa dan pasti menjunjung tinggi profesionalisme. Boleh saja main tarkam, tapi juga harus menjaga diri mereka. Simpel saja, seperti pola makan, istirahat, latihan. Saya rasa mereka paham," jelas Imran.

Saksikan video pilihan berikut ini: