PSIS Minta PSSI Lebih Bijaksana Tentukan Pelaksanaan Shopee Liga 1

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Semarang - Dipastikan tidak akan ada pelaksanaan kompetisi hingga akhir tahun 2020. PSSI telah menetapkan aktivitas sepak bola baru bisa digelar pada awal tahun 2021.

Hal tersebut mengundang tanggapan beragam dari banyak pihak, termasuk klub peserta Liga 1. Semisal PSIS Semarang. Meski menghormati keputusan dari federasi, tim berjulukan Mahesa Jenar berharap PSSI lebih bijaksana lagi.

GM PSIS Semarang, Wahyu Winarto mengatakan bahwa idealnya kompetisi musim 2020 sebaiknya dinyatakan selesai. Praktis kompetisi di tahun depan merupakan format baru.

"Kalau menurut saya musim 2020 berhenti saja. Bulan November jelas tidak bisa. Desember juga demikian, karena Pilkada. Januari 2021 pun saya kira momennya tidak tepat," terang Wahyu Winarto, Minggu (1/11/2021).

Menurutnya, alasan terbesar kompetisi sulit digelar di awal tahun adalah banyak agenda besar yang juga akan berbarengan. Di antaranya Piala Dunia U-20, PON 2021, atau bulan Ramadhan ketika kompetisi harus ikut diliburkan.

"Mungkin juga jadwal tahun depan akan kacau. Seharusnya sih PSSI lebih bijak menyelesaikan dan memberikan kepastian serta memikirkan klub," beber pria yang akrab disapa Liluk.

Klub Semakin Sulit Keuangan

Ribuan suporter PSIS Semarang, Panser Biru saat menyaksikan laga kontra Arema FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang (14/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)
Ribuan suporter PSIS Semarang, Panser Biru saat menyaksikan laga kontra Arema FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang (14/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Di sisi lain, dengan kabar bahwa kompetisi baru akan bisa berjalan lagi tahun depan, semakin membuat klub sulit secara finansial.

Praktis tidak ada pemasukan sama sekali akibat dari tidak jelasnya kompetisi. Kini klub seperti PSIS hanya berharap dari subsidi dari operator kompetisi.

"Dua kali gagal dilaksanakan seharusnya jadi pengalaman. Apalagi subsidi 800 juta rupiah belum cair. Belum ada kepastian sama sekali soal status kompetisi. Kalau begini klub bisa bangkrut," jelas Liluk.