PSM Diprediksi Berada di Papan Tengah BRI Liga 1: Menunggu Obat Mujarab Racikan Joop Gall

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Denpasar - Sepakan jelang BRI Liga 1 2021/2022 dimulai kembali, CEO PSM Makassar, Munafri Arifuddin sempat melontarkan keyakinannya dirinya bahwa skuad Juku Eja bisa bersaing di papan atas.

Keberhasilan PSM menembus semifinal Piala Menpora 2021 dengan materi lokal jadi alasan Munafri menjagokan timnya. Apalagi di kompetisi kasta tertinggi, mereka dikembali diperkuat sang kapten, Wiljan Pluim yang membawa rekan senegaranya, Wiljan Pluim.

PSM juga belakangan mendatangkan dua pemain asing lainnya yakni Serif Hasic (Bosnia) dan Bektur Talgat Uulu (Kirgistan). Sebagai peracik taktik tim, manajemen PSM memakai jasa mantan pelatih Arema FC dan Madura United, Milomir Seslija.

Penampilan awal tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan. Pada pekan keempat, Wiljan Pluim dan kolega sempat bertengger di puncak klasemen dengan raihan dua kemenangan dan dua imbang.

Asa mengulang sukses menembus tuga besar di Liga 1 2017 dan 2018 pun menyeruak di kalangan suporter. Namun, penampilan PSM cenderung tak konsisten sejak pekan kelima.

Mereka hanya meraih dua kemenangan pada enam laga lanjutan. Sinyal negatif kian kuat mulai pekan ke-11 sampai 17. Dalam tujuh laga, PSM tak sekalipun meraih kemenangan.

Pada periode ini, manajemen PSM Makassar menghentikan kerjasama dengan Milomir Seslija dan menjadikan Syamsuddin sebagai pelatih interim. Perubahan ini tak jua membuahkan kemenangan.

Joop Gall dan 10 Pemain

Pelatih PSM Makassar, Joop Gall. (Abdi Satria/Bola.com)
Pelatih PSM Makassar, Joop Gall. (Abdi Satria/Bola.com)

Pada jeda kompetisi usai putaran pertama, PSM Makassar mendatangkan pelatih asal Belanda, Joop Gall dan 10 pemain anyar. Target minimal menembus papan atas kembali dilontarkan Munafri saat perkenalan pemain baru.

Pada awal putaran kedua, PSM kembali ke jalur kemenangan dengan menekuk Madura United 1-0 (8/1/2022). Tapi, kemenangan kembali menjauh di dua laga berikutnya.

PSM takluk ditangan Persebaya Surabaya dengan skor 1-2 (14/1/2022) dan bermain imbang tanpa gol ketika menghadapi Persik Kediri (18/1/2022).Fakta ini membuat PSM diprediksi bakal sulit mewujudkakan target papan atas.

Sampai laga ke-20, PSM baru mengoleksi poin 24 atau tertinggal 14 angka dari Bali United yang bertengger di peringkat lima. Jadi, lebih realitis kalau PSM saat ini lebih fokus mengintip peluang ke papan tengah dan bertahan di zona itu sampai akhir kompetisi.

Pada berbagai kesempatan, Joop Gall mengakui dirinya masih butuh waktu untuk membenahi penampilan timnya. Jeda kompetisi bisa dimanfaatkan eks pelatih Go Ahead Eagles (Belanda) untuk menemukan formula yang pas agar timnya kembali bangkit.

Faktor Mental

Pemain PSM Makassar, Anco Jansen, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga BRI Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (23/9/2021). PSM Makassar menang tipis atas Persik Kediri dengan skor 3-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain PSM Makassar, Anco Jansen, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Persik Kediri pada laga BRI Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kamis (23/9/2021). PSM Makassar menang tipis atas Persik Kediri dengan skor 3-2. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Dihubungi Bola.com, Minggu (23/1/2022), eks Jenderal Lapangan The Maczman, Andi Coklat mengaku bingung dengan pencapaian minor timnya.

Menurutnya, materi pemain PSM cukup menjanjikan serta ditangani pelatih berpengalaman seperti Milomir Seslija dan kemudian Joop Gall. Ia merujuk data pada putaran pertama, di mana PSM pernah mengalahkan Persebaya dan Bali United.

Mereka juga bermain imbang dengan Arema FC dan Persib Bandung yang saat ini nyaman di papan atas.Itulah mengapa Andi Coklat berharap Joop Gall menjadikan faktor mental sebagai poin penting yang wajib dibenahi.

"Intinya motivasi dan kepercayaan diri pemain harus kembali terbangun untuk bisa bersaing. Sejatinya, materi pemain PSM terbilang cukup untuk sekadar bertahan di papan tengah," tegas Andi Coklat.

Rotasi Pemain

Tim Juku Eja mendapatkan hadiah penalti setelah pelanggaran yang dilakukan bek Persipura. Anco Jansen sendiri yang tampil sebagai eksekutor penaltinya di menit ke-13. Striker asal Belanda itu mengarahkan bola ke kanan gawang Persipura. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Tim Juku Eja mendapatkan hadiah penalti setelah pelanggaran yang dilakukan bek Persipura. Anco Jansen sendiri yang tampil sebagai eksekutor penaltinya di menit ke-13. Striker asal Belanda itu mengarahkan bola ke kanan gawang Persipura. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Andi Coklat menyoroti rotasi pemain yang tak berjalan maksimal di PSM. Kehadiran pemain baru yang diharapkan memudahkan Joop Gall menurunkan komposisi pemain di setiap laga tak terlihat.

Andi Coklat merujuk tiga laga Joop Gall yang telah dilalui Joop Gall bersama PSM. Selain terlalu Pluim sentris, Andi Coklat menilai Joop Gall belum paham betul karakter pemainnya.

Menurut dia, Pluim sebagai pemain yang paling dibutuhkan tim mulai terlihat tak optimal dan membuat permainan tim jadi lamban. Ironisnya, saat melepaskan umpan, bola lebih banyak mengarah ke koleganya, Anco Jansen yang tak istimewa.

Padahal materi lini tengah PSM serta penyerang sayapnya lumayan baik, di antaranya Rizky Eka Pratama, Ilham Udin Armaiyn, Yacob Sayuri, M. Arfan, Sutanto Tan dan M. Rasyid.

"Semoga Joop Gall secepatnya beradaptasi atau sebaliknya membuat para pemainnya cepat memahami strategi yang diinginkannya," pungkas Andi Coklat.

Jadwal PSM

Pemain Madura United, Jaimerson Da SIlva Xavier (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain PSM Makassar, Anco Jansen (tengah) saat laga BRI Liga 1 2021/2022 antara Madura United melawan PSM Makassar di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (12/9/2021). Laga berakhir imbang 1-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Madura United, Jaimerson Da SIlva Xavier (kanan) mengontrol bola dibayangi pemain PSM Makassar, Anco Jansen (tengah) saat laga BRI Liga 1 2021/2022 antara Madura United melawan PSM Makassar di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (12/9/2021). Laga berakhir imbang 1-1. (Foto: Bola.com/Ikhwan Yanuar)
  • 28/1/2022 vs Barito Putera

  • 2/2/2022 vs Persib Bandung

  • 7/2/2022 vs Bali United

  • 11/2/2022 vs Borneo FC

  • 15/12/2022 vs Persikabo

  • 19/2/2022 vs Persita

  • 25/2/2022 vs Bhayangkara FC

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel