PSS Sleman Tuntut Permintaan Maaf dari Mantan Pemain Asingnya

·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen PSS Sleman menuntut permintaan maaf dari mantan pemain asingnya, Guilherme Felipe de Castro. Melalui Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa Batata itu dianggap telah merugikan nama baik tim.

Batata mengungkap rasa kecewanya terhadap manajemen PSS. Karena dia merasa proses Exit Permit Only (EPO) Visa tidak diurus.

Batata mengklaim telah berkomunikasi dengan manajemen terkait hal ini. Cuma upayanya itu tidak mendapatkan respons.

Direktur Utama PT PSS, Marco Gracia Paulo menilai yang disampaikan Batata tidak benar. Marco meminta sang pemain meminta maaf atas pernyataannya tersebut.

“Saya kecewa karena Batata tidak cek terlebih dahulu bagaimana situasi yang sebenarnya. Jika Batata menyatakan sudah kontak manajemen, perlu diklarifikasi kepada siapa dia melakukan kontak tersebut,” kata Marco dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 Juni 2021.

Marco menegaskan pernyataan Batata itu sama sekali tidak benar. Permohonan untuk mengurus itu baru datang kepadanya pada Selasa 15 Juni 2021 lalu.

“Manajemen PSS baru menerima permohonan mengenai proses ini dari pihak lain yang mengklaim sedang membantu Batata pada Selasa sore. Permintaan itu diajukan lewat staf PSS dan langsung diurus. Dan Rabu, prosesnya bahkan sudah berjalan di Imigrasi Yogyakarta,” tegas Marco.

Marco memastikan PSS tidak pernah menahan atau menghambat. Pihaknya justru membantu supaya proses berjalan cepat. Saat ini masih ada persyaratan dokumen yang belum dilengkapi oleh perwakilan Batata.

Marco menilai Batata bukan hanya memprovokasi tapi menyebarkan berita yang tidak sesuai fakta dan menyesatkan kepada publik dan merugikan PSS.

“Untuk itu, saya minta Batata untuk tidak memperpanjang masalah ini. Kepada Batata untuk segera sampaikan klarifikasi dan permohonan maaf dengan segera karena hal ini sudah ramai dan viral di publik. Saya tunggu segera,” tegas Marco.

“Termasuk pihak lain yang terlanjur menyebarkan bahkan menambah provokasi di dalamnya untuk segera dihentikan serta melakukan klarifikasi atas berita tersebut sesuai dengan pernyataan ini,” pungkas Marco.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel