PSSI Akan Kebut Naturalisasi 4 Pemain Eropa untuk Timnas Indonesia, Asalkan...

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - PSSI akan mempercepat proses naturalisasi empat pemain keturunan di Eropa untuk Timnas Indonesia. Asalkan keempatnya dapat membuktikan secara resmi asal-usul darah Indonesia.

Keempat pemain itu adalah Sandy Walsh, Mees Hilgers, dan Kevin Diks yang berpaspor Belanda dan Jordi Amat yang berkewarganegaraan Spanyol.

PSSI terus mendalami garis keturunan dari keempat pemain Eropa yang diminta oleh pelatih Shin Tae-yong itu untuk dinaturalisasi demi Timnas Indonesia.

Ketua PSSI, Mochamad Iriawan, mengungkapkan pihaknya telah membentuk tim khusus untuk menangani rencana naturalisasi yang dipimpin oleh anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani.

"Kalau memang ada garis keturunan dari mereka, kami percepat prosesnya dan dibantu oleh pemerintah," ujar Iriawan.

"Kan hubungan kami dengan pemerintah sekarang cukup bagus. Semua didukung oleh pemerintah. Jika garis keturunannya ada, saya akan proses cepat naturalisasinya," tuturnya.

Iriawan tidak mau kasus Marc Klok terulang. Gelandang Persib Bandung itu masih ilegal membela Timnas Indonesia karena gagal membuktikan asal-usul keturunannya ke FIFA.

Padahal, Marc Klok telah dinaturalisasi sejak tahun lalu, melalui jalur khusus pula.

"Jangan sampai seperti Marc Klok. Ketika dinaturalisasi, tidak ada garis keturunan jadi harus menunggu lima tahun lebih dulu sampai April tahun depan. Kami kasihan," jelasnya.

Lampu Hijau dari Menpora

Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok PSSI).
Manajer pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bersama Menpora Zainudin Amali dan Ketua PSSI, Mochamad Iriawan. (Dok PSSI).

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali mendukung rencana PSSI menaturalisasi empat pemain Eropa untuk Timnas Indonesia.

Amali mengaku belum menerima laporan secara resmi dari Iriawan terkait rencana naturalisasi itu. Namun, pihaknya mendukung jika permintaan tersebut berasal dari PSSI dan demi Timnas Indonesia, bukan via klub.

"Saya tidak mau terima usulan dari klub. Kalau dulu, usulan klub diterima. Sekarang tidak. Harus dari PSSI supaya ada yang bertanggung jawab," kata Amali pada 18 November 2021.

"Kalau usulan klub untuk menaturalisasi pemain, biasanya pemain itu sudah berpindah-pindah tim. Misalnya, saat pengajuan naturalisasi, dia di klub A."

"Tiba-tiba dalam proses, dia pindah ke klub B. Dalam proses naturalisasinya mau selesai, dia sudah di klub C. Kalau klub yang mengajukan, saya tolak," imbuh Amali.

Menpora Sindir Marc Klok?

Persib kembali mendapatkan peluang menyamakan kedudukan melalui Marc Klok pada menit ke-90+3. Namun, belum bisa menembus gawang Persija. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Persib kembali mendapatkan peluang menyamakan kedudukan melalui Marc Klok pada menit ke-90+3. Namun, belum bisa menembus gawang Persija. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Amali mengajukan syarat mutlak untuk PSSI sebelum memproses permintaan naturalisasi. Pihaknya bakal meminta bukti garis keturunan terhadap keempat pemain itu.

"Sekarang syaratnya, pemain harus punya garis keturunan Indonesia, lalu ditelusuri dan diminta pembuktiannya. Jangan sampai kejadian seperti sekarang ini," tutur Amali.

Amali lantas menyindir seorang pemain naturalisasi yang telah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), namun belum bisa membela Timnas Indonesia.

"Jangan sampai kejadian saat ini terulang lagi. Kami itu dulu menganggap, kami terima sudah lengkap. Sekarang tidak, saya perketat," papar Amali.

"Kalau dia punya keturunan, buktikan keturunan dari mana. Apakah orang tuanya atau kakek dan neneknya. Saya akan minta itu sehingga tidak menyulitkan kami."

"Dengan begitu, akan lebih mudah dan prosesnya bakal saya percepat jika itu menjadi kebutuhan PSSI," terang menteri dari Partai Golkar itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel