PSSI dorong pembinaan pemain muda di desa untuk masuk timnas

·Bacaan 1 menit

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) terus menjalankan program membina pemain muda di daerah-daerah hingga tingkat desa untuk selanjutnya mereka yang terbaik di klubnya bisa masuk menjadi pemain Timnas Indonesia.

"Yang pasti, saya ingin memastikan pembinaan usia muda," kata Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan seusai kegiatan Safari Ramadhan di Hotel Santika, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis.

Ia menuturkan PSSI terus memantau perkembangan sepak bola di setiap daerah dengan melakukan kunjungan dan berdialog bersama klub sepak bola di daerah.

Baca juga: PSSI apresiasi kemenangan perdana timnas U-23 di Korea Selatan

Iriawan mengatakan sudah mendatangi sejumlah daerah seperti halnya dalam rangkaian Safari Ramadhan di Jabar yaitu berkunjung ke Tasikmalaya dan Garut, bahkan sebelumnya ke Bali dan Sumatera.

"Hari ini saya berada di Garut, kemarin ada di Tasik. Kebetulan kita ingin melihat perkembangan sepak bola di wilayah," kata mantan Kapolda Jabar itu.

Ia menyampaikan daerah yang dikunjungi mengajukan kegiatan turnamen, PSSI tentu siap mendukungnya untuk mengembangkan potensi pemain di daerah.

Begitu juga untuk Garut, kata dia, yang memiliki klub bernama Persigar bisa menggelar turnamen antar daerah dalam rangka pembinaan pemain, yang nantinya bisa jadi berkiprah di Timnas Indonesia.

Baca juga: PSSI: Persiapan Piala Dunia U-20 2023 berjalan sesuai rencana

"Karena Timnas itu berasal dari klub, klub itu dari mana, dari daerah, daerah dari mana, dari desa, tidak ada yang tidak dari desa," katanya.

Ia menambahkan sepak bola merupakan olahraga yang disenangi banyak orang, dan menjadi media untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

"Karena sekali lagi, saya sampaikan bola ini luar biasa, jadi olahraga rakyat," katanya.

Baca juga: PSSI cari sponsor untuk pemasangan VAR di Liga 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel