PSSI Hanyut dalam Agenda Politik Sepakbola Malaysia

Riki Ilham Rafles, Robbi Yanto
·Bacaan 2 menit

VIVAPSSI memastikan dukungan untum Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) terkait gagasan untuk menggeser jadwal lanjutan Grup G Kualifikasi Grup G Piala Dunia 2022 zona Asia. Namun, langkah ini bisa jadi malah berujung blunder.

FAM meminta dukungan agar jadwal yang semula Maret 2021 digeser ke Juni 2021. Mereka mengaku sudah mendapat dukungan dari Thailand dan Uni Emirat Arab juga. Tinggal Vietnam yang belum memberi jawaban.

"Bila negara-negara peserta lain menyepakati demikian maka PSSI menyetujui dan menghargainya. Kami memang berkomunikasi dengan Sekjen FAM. Mereka mohon dukungan supaya kualifikasi dialihkan ke Juni 2021 karena pandemi COVID-19," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, dikutip dari Antara.

Pengamat dari Football Institute, Budi Setiawan angkat bicara mengenai hal ini. Menurut dia, PSSI terlalu polos dan tidak paham agenda politik sepakbola dari FAM.

Dia kemudian menjabarkan alasan FAM bergerak aktif meminta dukungan agar menguatkan alasan ke AFC dan FIFA. Menurut Budi, ada kepentingan yang jauh lebih menarik bagi Malaysia jika keinginan mereka terpenuhi.

Yang harus kita cermati adalah yang menginisiasi pengunduran jadwal kualifikasi Grup G adalah Malaysia, yang saat ini ada di peringkat kedua Grup G. Yang menyatakan setuju adalah Indonesia,Thailand, dan UEA (posisi 5, 2 dan 4), sementara Vietnam sebagai pimpinan klasemen belum memberikan jawaban," tutur Budi kepada VIVA.

Ada pula yang berkaitan dengan kesiapan Timnas masing-masing negara. Malaysia baru akan memulai kompetisi mereka pada 28 Februari 2021, sedangkan Vietnam sudah sejak 15 Januari berjalan. Tentu saja jika Kualifikasi Piala Dunia digeser lagi, Malaysia punya waktu bersiap.

"Dari sisi persiapan kompetisi Vietnam lebih dulu. Malaysia punya agenda lolos juara grup, yang mana akan membawa mereka ke fase selanjutnya. Dengan memundurkan jadwal berarti Malaysia punya cukup waktu bersiap," katanya.

"Ditambah penanganan COVID-19 di Malaysia tidak sekuat Vietnam. Malaysia tentu tidak mau dianggap kalah WO karena tidak bisa menggelar pertandingan di rumahnya. Dan PSSI dengan polosnya mengiyakan/mendukung agenda Malaysia," imbuh Budi.