PSSI Ingin Lanjutkan Kompetisi, Pelatih Indonesia Siap Negosiasi Gaji

Riki Ilham Rafles

VIVA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mengajukan gagasan untuk menggelar kembali Liga 1 dan Liga 2 musim ini. Untuk kompetisi kasta tertinggi, diajukan mulai lagi pada September 2020, sebulan berikutnya baru Liga 2.

Gagasan tersebut sempat menuai koreksi dari klub-klub Liga 1 dan Liga 2. Salah satunya adalah permintaan mediasi dengan Asosiasi pemain dan pelatih di Indonesia terkait kontrak.

(Baca juga: Dukung Liga 1 Jalan Lagi, tapi Jangan Lupakan Keselamatan)

Kontrak mereka sekarang masih berlaku yang di awal musim. Sedangkan jika kompetisi dilanjutkan, ada beberapa yang mesti disesuaikan. Mengingat kemungkinan besar pertandingan dipusatkan di pulau Jawa.

Beberapa klub tentu nantinya akan kehilangan pemasukan dari penjualan tiket. Sedangkan subsidi yang akan diberikan PSSI kepada klub menjadi Rp800 juta.

Ketua Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), Yeyen Tumena mengatakan pihaknya siap untuk melakukan negosiasi tersebut. Bahkan membantu klub untuk bernegosiasi pula kepada pemain.

Ditegaskan Yeyen, yang terpenting bagi para pelatih saat ini sepakbola Indonesia bisa berjalan lagi. Jangan sampai malah nantinya apa yang sudah terbangun jadi menurun.

(Baca juga: Liga 1 Menggantung, PSSI Mediasi Klub dengan Pemain dan Pelatih)

"Kami dari APSSI menyampaikan, posisi pelatih dalam tim ada dua, pertama sebagai orang tua dan pelatih. Kedua jadi mediator antara klub dan pemain," tutur Yeyen dalam virtual meeting, Kamis malam WIB 4 Juni 2020.

"Jika keputusan klub dan PSSI mau melanjutkan kompetisi asal ada negosiasi gaji pelatih. Saya dan Exco memutuskan siap melakukannya. Yang penting kompetisi berjalan dan kegiatan sepakbola bisa berjalan di tahun ini," imbuhnya.

Namun, APSSI ingin PSSI tidak cuma Liga 1 dan Liga 2 yang berjalan. Tapi juga sampai ke Elite Pro Academy.

"Bukan cuma Liga 1 dan Liga 2 yang kita minta gulirkan. Tapi juga ke tingkat usia muda," tutur Yeyen.