PSSI Larang Security Officer Arema FC Beraktivitas di Sepak Bola Seumur Hidup

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menjatuhkan sanksi berupa melarang koordinator security officer Arema FC, Suko Sutrisno, untuk beraktivitas di lingkungan seluruh sepak bola di Indonesia. Sanksi itu diberikan buntut kericuhan setelah laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) pekan kemarin.

"Saudara Suko Sutrisno sebagai petugas keamanan security officer tidak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup," kata Ketua Komdis (Komisi Disiplin) PSSI, Erwin Tobing saat konferensi pers di Malang, Selasa (4/10).

Sanksi itu diberikan setelah Komdis PSSI melakukan investigasi terkait tragedi kanjuruhan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya hingga memakan korban jiwa 125 orang. Keputusan Komdis PSSI itu merujuk pasal 68 huruf a juncto pasal 19 juncto 141 kode disiplin PSSI tahun 2018.

PSSI Nilai Security Officer Lalai

Erwin mengatakan, security officer atau steward bertanggung jawab dalam mengatur pertandingan seperti penonton dan kondisi stadion. Menurut Erwin, Suko Sutrisno saat pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya tak menjalankan tugas tersebut dengan baik.

"Security officer Arema FC adalah saudara Suko Sutrisno yang bertanggung jawab terhadap beberapa poin yang harus dilaksanakan tetapi tidak terlaksana dengan baik," ujar dia.

Selain menjatuhkan sanksi larangan kepada Suko Sutrisno, Komdis PSSI juga menghukum ketua panitia pelaksana pertandingan Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Abdul Haris, tak boleh beraktivitas di lingkungan sepak bola seumur hidup.

Sanksi kepada Arema FC

Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada tim Arema FC berupa denda Rp250 juta dan dilarang berlaga dengan penonton. Klub sepak bola asal Malang tersebut dinilai melanggar aturan lantaran sebagai tuan rumah menjadi badang pelaksana pada laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10).

"Dari hasil sidang kami, kepada klub Arema FC dan panitia pelaksananya, keputusannya adalah dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebagai skors sebagai tuan rumah. Klub Arema FC dikenakan sanksi Rp250 juta," kata Ketua Komisi Disiplin PSSI Erwin Tobing kepada wartawan di Malang, Selasa (4/10).

Selain itu, dalam pertandingan selanjutnya Arema FC harus dilaksanakan di tempat yang jauh dari homebase Malang. "250 kilometer dari lokasi," ujar dia.

Menurut Erwin, saat pertandingan berlangsung, panitia pelaksana dinilai gagal dalam mengantisipasi para suporter sehingga terjadi kerusuhan berdarah yang menyebabkan 125 orang meninggal dunia di stadion.

"Pada tanggal 1 Oktober pada pertandingan, diawali masuknya suporter Arema FC yang gagal diantisipasi oleh panitia pelaksana," tuturnya.

PSSI menegaskan, jika ketiga sanksi tersebut dilanggar kembali, maka Arema FC akan dihukum lebih berat lagi.

"Ketiga pengulangan terhadap pelanggaran terkait di atas akan berakibat hukuman lebih berat," pungkasnya. [gil]