PSSI Menjalin Kerja Sama dengan Jakpro, Timnas Indonesia Bisa Gunakan Jakarta International Stadium

Bola.com, Jakarta - PSSI resmi menjalin kerja sama dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku project owner Jakarta International Stadium (JIS) untuk mengoptimalkan JIS demi pengembangan industri olahraga Indonesia.

Perjanjian itu ditandatangani di lapangan latihan JIS, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (17/7/2021) siang WIB atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Republik Indonesia (RI).

Kerja sama antara PSSI dengan Jakpro meliputi pelaksanaan event dan pertandingan nasional serta internasional, komersialisasi stadion dan kawasan, pengembangan penggunaan lapangan latihan, lapangan utama dan kawasan, dan pengembangan olahraga sepak bola nasional dengan standar internasional.

"Hari ini dilakukan penandatanganan optimalisasi JIS dalam rangka memajukan olahraga, khsususnya sepak bola di Indonesia," kata Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto dalam konferensi pers.

"Lapangan latihan JIS pada 9 September 2021 akan kami buka dan secara resmi bisa dimanfaatkan. Sudah ada dua Sekolah Sepak Bola yang berkomitmen akan berlatih di sini."

"Tujuan optimalisasi ini yang paling utama adalah bagaimana memajukan olahraga, khususnya sepak bola. Pada Desember 2021, kami akan melakukan soft launching untuk lapangan utama," jelasnya.

Timnas Indonesia Bisa Main di JIS

Konferensi pers Pemprov DKI Jakarta, PSSI, dan KONI Pusat terkait Jakarta International Stadium (JIS). (Istimewa).
Konferensi pers Pemprov DKI Jakarta, PSSI, dan KONI Pusat terkait Jakarta International Stadium (JIS). (Istimewa).

Pembangunan JIS ditargetkan tuntas pada Desember 2021. PSSI berharap Timnas Indonesia dapat berlatih dan bertanding di stadion yang rencananya berkapasitas 82 ribu penonton ini.

"Alhamdulillah. Terima kasih tak terhingga khususnya kepada Dirut Jakpro yang telah mengajak kami bekerja sama dengan fasilitas yang membanggakan," imbuh Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

"Insyaallah ke depannya PSSI bisa dan mampu selalu bekerja sama dalam rangka bagian meningkatkan prestasi sepak bola indonesia. Terima kasih Pak Gubernur DKI, Anies Baswedan, kami telah diberikan fasilitas yang ada di sini."

"Semoga nanti fasilitas ini, tidak hanya hanya bisa menjadikan Timnas Indonesia terbaik di Asia. Stadion ini menjadi stadion kebanggaan keluarga besar sepak bola, khususnya Timnas Indonesia," ungkap Yunus Nusi.

Tanpa Lintasan Atletik

Foto areal menunjukan proyek pembangunan jakarta International Stadium (JIS) di kawasan Sunter, Jakarta, Selasa (2/2/2021). PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjelaskan JIS dibangun dengan dilengkapi beberapa fasilitas untuk menunjang kawasan olah raga terpadu ini. (merdeka.com/Imam Buhori)
Foto areal menunjukan proyek pembangunan jakarta International Stadium (JIS) di kawasan Sunter, Jakarta, Selasa (2/2/2021). PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menjelaskan JIS dibangun dengan dilengkapi beberapa fasilitas untuk menunjang kawasan olah raga terpadu ini. (merdeka.com/Imam Buhori)

JIS dibangun di lahan seluas 22 hektar dan bangunan stadion didirikan di atas lahan 375,7 meter persegi. Pembangunan stadion ini diperkirakan memakan biaya hingga Rp4,08 triliun.

JIS juga dirancang tanpa lintasan atletik, tidak seperti stadion besar di Indonesia pada umumnya.

"Setidaknya kami diberikan izin mengklaim suatu saat nanti, anak-anak Timnas Indonesia memiliki homebase yang sekelas JIS. Kami sudah menyampaikan dan melihat, stadion ini merupakan satu di antara stadion berstandar FIFA di Indonesia," tutur Yunus Nusi.

"Bahkan sekilas, jangankan teriakan pemain, nafasnya pemain terdengar sampai ke tribune penonton karena tidak ada lintasan atletik. Ini yang diharapkan dan diinginkan oleh FIFA. Seluruh stadion di negara-negara berkembang diharapkan bisa memberikan yang terbaik untuk para penonton dan suporternya," ucapnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel