PSSI Panggil Achmad Haris dan Djoko Purwoko Terkait Suap Jabatan

Robbi Yanto
·Bacaan 1 menit

VIVAPSSI akhirnya bereaksi setelah diterpa isu kurang sedap terkait dugaan adanya suap jabatan manajer Timnas Indonesia U-19 untuk Piala Dunia U-20 2021.

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi mengatakan, Badan Yudisial PSSI akan memanggil Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris dan Djoko Purwoko.

Kedua nama tersebut diisukan telah melakukan transaksi untuk menjadikan Dodi Reza Alex Noerdin sebagai manajer Timnas U-19.

Sebagai pelicin, Achmad Haris diduga telah menyetorkan mahar 100 ribu dolar Singapura (Rp1 miliar), itu terlihat dalam kuitansi yang marak beredar di media sosial.

"Kedua orang tersebut akan dipanggil oleh Badan Yudisial. Ketua Umum PSSI juga mendukung. Sebenarnya secara lisan," kata Yunus dalam rilisnya.

"PSSI sudah mendapat laporan dari Haris dan Djoko soal kasus ini. Namun, secara lembaga, PSSI perlu mengklarifikasi secara resmi agar semua pernyataannya bisa dipertanggung jawabkan," sambungnya,

Yunus juga mengatakan Asas praduga tidak bersalah (presumption of innocence) tetap harus dikedepankan. Apapun keputusan Badan Yudisial harus dihormati oleh semua pihak

"Anda tidak bisa menuduh seseorang dengan asumsi liar di media sosial. Itu sebabnya Badan Yudisial akan memanggil keduanya guna dimintai keterangan,’’ucapnya.

Di sisi lain, Haris dan Djoko sebelumnya juga telah membantah soal isu jual jabatan itu. Dia juga mengingatkan bahwa keterangan di kuitansi yang beredar pun sudah jelas tidak terkait hal tersebut.

"Sekarang gini, ya, yang tertera di kuitansi itu apa tulisannya? Itu tiket Piala Dunia dan cuma sekadar bisnis. Apa salah kalau mau berbisnis?" kata Haris.

"Saya tidak tahu apa-apa soal isu yang lain. Sekarang tinggal dilihat saja apa itu keterangan di kuitansinya," sambungnya.

Sementara Djoko menyebut ada pihak yang tak senang dengan PSSI pimpinan Mochamad Iriawan dan Dodi selaku mantan petinggi Sriwijaya FC.

"Mungkin saya orang yang dipandang tegak lurus, jadi dicari-cari nama saya. Ini mungkin juga politik yang tidak suka PSSI," kata Djoko Purwoko.