PSSI Pastikan Timnas Indonesia Bisa Bermain di JIS jika 9 Infrastruktur Diperbaiki

Bola.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi memastikan bahwa Timnas Indonesia bisa bermain di Jakarta International Stadium (JIS) jika sejumlah kekurangan dalam infrastrukturnya telah diperbaiki.

Sebelumnya, PSSI lewat tim Infrastructure Safety and Security PSSI mendapatkan sembilan infrastruktur JIS yang kurang layak untuk menjadi kandang Timnas Indonesia di FIFA Matchday.

Kesembilan infrastruktur itu meliputi area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara, hingga concourse timur belum dapat digunakan.

Selain itu, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh, kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.

Hanya Masalah Waktu

<p>Suasana pertandingan dari atas tribun penonton saat laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Chonburi FC dalam rangka Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)</p>

Suasana pertandingan dari atas tribun penonton saat laga persahabatan antara Persija Jakarta menghadapi Chonburi FC dalam rangka Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (24/7/2022). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Pada 9 September 2022, Yunus Nusi memaparkan bahwa plafon JIS terlalu rendah sehingga bus tim tidak bisa masuk ke area stadion yang sudah diatur.

PSSI sempat berencana untuk menjadikan JIS sebagai venue untuk uji coba Timnas Indonesia kontra Curacao pada 27 September 2022, namun urung terwujud.

"Ini hanya masalah waktu saja. Cepat atau lambat, JIS akan menjadi stadion untuk Timnas Indonesia, apakah timnas senior, U-23, U-20, maupun U-16," kata Yunus Nusi dinukil dari laman PSSI, Selasa (13/9/2022).

Stadion Megah

Kolase Jakarta International Stadium (JIS) pada tanggal 15 Augustus 2021 (kiri) dan 19 April 2022 yang diambil dari Danau Cincin, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Kolase Jakarta International Stadium (JIS) pada tanggal 15 Augustus 2021 (kiri) dan 19 April 2022 yang diambil dari Danau Cincin, Papango, Tanjung Priok, Jakarta Utara. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Yunus Nusi juga menganggap bahwa JIS adalah stadion kelas dunia, namun masih mempunyai sejumlah kekurangan.

"Kalau soal stadion, kami harus akui. JIS megah layaknya stadion di Eropa. Demikian juga rumput stadion, semua berstandar FIFA. Namun, yang kami sorot adalah sarana dan prasarana perimeter stadion yang belum selesai 100 persen," tutur Yunus Nusi.

"Jadi, netizen, pelaku sepak bola, atau siapa pun yang senang dengan sepak bola, jangan salah sangka atau menuduh PSSI yang bukan-bukan. Kritikan dari PSSI ini untuk kebaikan bersama," imbuh Yunus Nusi.

Reaksi Wagub DKI

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memahami penilaian PSSI dan mengakui bahwa JIS masih memiliki beberapa kelemahan.

"Memang ada beberapa yang harus disempurnakan dan akan kami sempurnakan. Secara umum, JIS itu tidak hanya baik dan megah, tapi kapasitasnya besar dan memenuhi standar internasional," ujar Riza Patria.

"Cuma, dari PSSI ada beberapa syarat dan tambahan yang harus dipeuhi. Nanti akan kami coba sempurnakan bersama-sama," katanya.

9 Kekurangan Infrastruktur JIS yang Dihimpun dari Pemberitaan PSSI

1. Area drop off tim

2. Sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara

3. Concourse timur belum dapat digunakan

4. Perimeter tribune perlu pengkajian ulang

5. Pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh

6. Kantung parkir

7. Transportasi umum

8. Jalan akses menuju stadion belum sesuai standar

9. Plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk. Bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur