PSSI Serahkan Negosiasi Perpanjangan Kontrak kepada Klub

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan menyerahkan sepenuhnya negosiasi perpanjangan kontrak pemain dan pelatih kepada klub. Federasi dalam hal ini cuma mengeluarkan Surat Keputusan terkait skema besaran pembayaran gaji selama vakum kompetisi akibat pandemi COVID-19.

Dalam SK nomor nomor SKEP/69/XI/2020 yang keluar pada 16 November 2020, PSSI menginstruksikan kepada klub untuk membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial mulai Oktober hingga Desember 2020 dengan pembayaran maksimal 25 persen.

Perubahan nilai kontrak Liga 1 baru diterapkan ketika kompetisi berjalan kembali. Untuk Liga 1 kisarannya 50 persen, sedangkan Liga 1 sebesar 60 persen dari nilai kontrak. Jumlah mininumnya di atas upah regional yang berlaku di daerah masing-masing.

Yang kemudian menjadi polemik di klub adalah masa kontrak pemain. Biasanya dalam kontrak tersebut durasinya habis di Desember atau Januari. Sedangkan Liga 1 musim ini baru berjalan tiga pekan, dan Liga 2 pekan pertama.

Artinya klub harus mencari cara bagaimana mereka menahan kepergian pemain ketika kompetisi dimulai lagi pada awal 2021. Mereka juga sudah kadung membayar kewajiban setiap bulannya selama vakumnya kompetisi.

"Kita membuat aturan sudah komunikasi, teman-teman klub, Asosiasi Pelatih, Asosiasi Pemain pasti mengerti. Sehingga SK ini kita keluarkan bukan cuma federasi sepihak, tapi juga sudah kesepakatan bersama," kata Iriawan ketika ditemui di Jakarta, Selasa 17 November 2020.

Terkait dengan negosiasi perpanjangan kontrak, PSSI menyerahkan sepenuhnya kepada klub. PSSI tak bisa memberi aturan yang setidaknya melindungi klub dalam masalah ini.

"Itu mungkin tanyakan ke klub. Setiap klub kan memiliki manajemen masing-masing. Kalau kita secara global saja, mengeluarkan keputusan berdasar hasil komunikasi dengan klub, pemain, dan pelatih," tuturnya.

Dengan situasi ini, besar kemungkinan ada klub yang ditinggalkan pemainnya ketika kontrak sudah habis. Karena secara legalitas, pemain bisa bebas kemana saja karena perjanjian kerja sama berakhir.