PSSI: Stadion dan Rumput JIS Kelas Dunia, Netizen Jangan Salah Sangka dan Menuduh yang Bukan-Bukan

Bola.com, Jakarta - Sekjen PSSI, Yunus Nusi menganggap bahwa Jakarta International Stadium (JIS) adalah stadion kelas dunia, namun masih mempunyai sejumlah kekurangan.

Sebelumnya, PSSI menilai bahwa JIS masih belum layak untuk menggelar laga FIFA Matchday yang mempetemukan Timnas Indonesia kontra Curacao pada 27 September 2022.

"Kalau soal stadion, kami harus akui. JIS megah layaknya stadion di Eropa," ujar Yunus Nusi dinukil dari laman PSSI.

"Demikian juga rumput stadion, semua berstandar FIFA. Namun, yang kami sorot adalah sarana dan prasarana perimeter stadion yang belum selesai 100 persen," tutur Yunus Nusi.

Kritikan PSSI demi Kebaikan

Pemain Atletico Madrid U-18, Adrian Gallego Diaz melakukan tendangan pojok saat laga International Youth Championship 2021 antara Barcelona U-18 melawan Atletico Madrid U-18 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (15/04/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Atletico Madrid U-18, Adrian Gallego Diaz melakukan tendangan pojok saat laga International Youth Championship 2021 antara Barcelona U-18 melawan Atletico Madrid U-18 di Jakarta International Stadium, Jakarta, Jumat (15/04/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Dalam pemberitaan di situsnya pada 9 September 2022, PSSI memaparkan sedikitnya sembilan kekurangan JIS sehingga belum pantas menjadi kandang Timnas Indonesia dalam partai internasional.

"Jadi, netizen, pelaku sepak bola, atau siapa pun yang senang dengan sepak bola, jangan salah sangka atau menuduh PSSI yang bukan-bukan," tutur Yunus Nusi.

"Kritikan dari PSSI ini untuk kebaikan bersama," imbuh Sekjen PSSI asal Gorontalo tersebut.

9 Kekurangan JIS

Aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung terlihat bermacam-macam. Seperti, hanya duduk santai menikmati cahaya yang berganti tiap selang waktu tertentu bersama keluarga maupun orang tercinta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Aktivitas yang dilakukan oleh pengunjung terlihat bermacam-macam. Seperti, hanya duduk santai menikmati cahaya yang berganti tiap selang waktu tertentu bersama keluarga maupun orang tercinta. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sembilan infrastruktur JIS yang disebut PSSI masih belum standar itu ialah area drop off tim, sirkulasi aktivitas terkait pertandingan di outer perimeter menumpuk di barat utara, hingga concourse timur belum dapat digunakan.

Selain itu, perimeter tribune perlu pengkajian ulang, pagar perimeter di bawah concourse barat tidak kokoh, kantung parkir, transportasi umum, dan jalan akses menuju stadion belum sesuai standar.

"Di samping itu, terkait dengan plafon yang rendah karena bus tidak bisa masuk. Bisa jadi bus tim tamu dan tim tuan rumah berhentinya di area umum, tidak di area sebagaimana mestinya yang sudah diatur. Nah, kalau kami paksakan pasti akan menjadi catatan FIFA," terang Yunus Nusi pada 9 September 2022.

Respons Wagub DKI

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memahami penilaian PSSI dan mengakui bahwa JIS masih memiliki beberapa kelemahan.

"Memang ada beberapa yang harus disempurnakan dan akan kami sempurnakan. Secara umum, JIS itu tidak hanya baik dan megah, tapi kapasitasnya besar dan memenuhi standar internasional," ujar Riza Patria.

"Cuma, dari PSSI ada beberapa syarat dan tambahan yang harus dipeuhi. Nanti akan kami coba sempurnakan bersama-sama," katanya.

Timnas Indonesia Bisa Main di JIS

Yunus Nusi memastikan jika catatan untuk infrastruktur JIS telah diperbaiki, maka Timnas Indonesia akan berkandang di venue berkapasitas 82 ribu penonton itu.

"Ini hanya masalah waktu saja. Cepat atau lambat, JIS akan menjadi tempat bagi Timnas Indonesia. Entah itu untuk timnas senior, U-23, U-20, maupun U-16," ucap Yunus Nusi.