PT Berdikari serap 34 ton telur ayam dari peternak

·Bacaan 2 menit

PT Berdikari (Persero) menyerap telur dari peternak ayam di Blitar, Jawa Timur, dalam beberapa tahap hingga total hampir mencapai 34 ton untuk meningkatkan permintaan di saat harga telur sedang jatuh di pasaran.

"Sebagai BUMN Peternakan yang merupakan bagian dari BUMN Klaster Pangan, kami memiliki kewajiban hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya bagi konsumen umum, namun juga bagi peternak. Hal ini yang menjadi salah satu dasar kenapa Berdikari menyerap telur dari peternak unggas,” kata Direktur Utama Berdikari Harry Warganegara dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis.

Harry mengatakan pihaknya berharap kestabilan harga telur akan terjadi melalui penyerapan yang sudah berlangsung beberapa kali mulai dari Februari, Maret, April, dan September 2021.

Selain penyerapan telur dari peternak, Berdikari juga bersinergi dengan Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sebagai upaya menjaga kestabilan harga pakan. Tidak hanya itu, Berdikari juga membuka program kemitraan bagi peternak yang sudah berbadan hukum ataupun koperasi yang membawahi peternak mandiri.

Seperti diketahui, Kementerian Pertanian mengupayakan stabilisasi harga telur dengan mengambil sejumlah kebijakan sepanjang 2021 ini, salah satunya dengan penyerapan telur di sentra-sentra produksi yang harganya saat ini jauh lebih rendah dibandingkan harga dalam Permendag No 7 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen.

Selain menyerap telur dari peternak, Berdikari sebagai entitas bisnis yang juga diwajibkan untuk memberikan kontribusi bagi pemasukan negara, telah menyalurkan telur melalui perdagangan bisnis ke bisnis maupun bisnis ke ritel.

Saat ini Berdikari sudah memiliki Gerai Daging Berdikari yang merupakan aset bisnis ritel untuk menjangkau masyarakat dengan harga yang sangat kompetitif. Tidak hanya itu, Berdikari juga menyalurkan telur ke berbagai pihak yang membutuhkan.

Pada Rabu (22/9), Berdikari langsung menyalurkan telur sejumlah 1 ton pada Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Lampung. Penyerahan disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan Berdikari Dheni Kamavina kepada pimpinan Ponpes Riyadhus Sholihin Haji Ismail Zulkarnain.

Pimpinan dari pondok pesantren tersebut mengapresiasi inisiatif dari Berdikari dan berharap bahwa telur yang disalurkan menjadi barokah bagi 200 santri yatim dan duafa yang dinaunginya. Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin yang berlokasi di Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung menaungi santri yatim dan duafa tanpa memungut biaya.

Baca juga: Peternak ayam di Blitar keluhkan harga telur semakin turun
Baca juga: Presiden kirimkan bantuan jagung untuk Suroto, peternak ayam Blitar
Baca juga: Pinsar: Suplai telur ayam berlebihan di pasaran rugikan peternak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel