PT Bukit Asam Yakin Penjualan Batu Bara Meningkat pada 2021

·Bacaan 1 menit
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk optimistis bisnis tambang batu bara sepanjang 2021 akan sesuai target yang diharapkan dibandingkan 2020.

Melihat peluang itu, Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Arviyan Arifin menyebut, pihaknya yakin mampu mencapai target 30 juta ton selama satu tahun.

"Kita sudah punya rencana kerja, dari sisi produksi kita berencana memang sesuai dengan yang ditetapkan dari kementrian ESDM. Yang bisa saya sampaikan sekitar 30 jutaan selama satu tahun untuk penjualannya," kata Arviyan kepada Liputan6.com, Jumat (22/1/2021).

Selain itu, Arviyan menegaskan bila saat ini harga batu bara cenderung mengalami kenaikan. Hal tersebut menjadi salah satu keyakinan perusahaan untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

"Saya punya keyakinan demikian, kalau kita lihat tiga bulan belakangan ini harga cenderung baik dari domestik maupun internasional," tutur dia.

Berapa Belanja Modal?

Meski demikian, emiten berkode PTBA tersebut enggan mengungkapkan secara rinci belanja modal atau Capital expenditure (Capex) yang akan dialokasikan perusahaan tahun ini. "Waduh enggak hafal saya," ujarnya singkat.

Pada 2020, PTBA memiliki target produksi batubara sebesar 25,1 juta ton. Hingga kuartal ketiga tahun yang sama, produksi batubara yang mampu dicapai berada di angka 19,4 juta ton.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini