PT Graha Ismaya Akui Aliran Duit ke Rustam Pakaya  

TEMPO.CO, Jakarta - Dua direksi PT Graha Ismaya membenarkan adanya aliran Rp 4,97 miliar pada tersangka pengadaan alat kesehatan, Rustam Pakaya. Tapi aliran duit tersebut dalam bentuk cek pelawat dengan status 'pinjaman' alias utang.

Kesaksian itu disampaikan Direktur Utama Masrizal Achmad Syarief dan istrinya, yang juga direktur keuangan, Sri Wahyuningsih alias Oning. "Saya tahunya setelah diperiksa KPK. Kata suami, duit itu dipinjam Pak Rustam," ujar Oning saat memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa, 18 September 2012.

Duit yang mengalir ke Rustam berbentuk cek pelawat senilai Rp 4,97 miliar. Semula, jumlah cek Rp 5 miliar. "Tapi Rp 30 juta saya pakai untuk bapak saya," ujar Oning. Cek itu dibeli Oning dan Masrizal di Bank Mandiri cabang Kebayoran Lama pada 8 Januari 2008.

Cek ini dibeli melalui seorang kurir bernama Karno. Tak ada surat kuasa untuk Karno saat itu. Karno hanya membawa kartu tanda penduduk dengan menenteng duit tunai Rp 5 miliar. Keterangan Oning ini senada dengan keterangan Masrizal. Termasuk soal status duit tersebut, yakni pinjaman.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Rustam sebagai tersangka atas kasus pengadaan alat kesehatan untuk kebutuhan pusat penanggulangan krisis Departemen Kesehatan untuk tahun anggaran 2007.

Salah satu pemenang tender alat kesehatan itu adalah PT Indofarma Global Medika, yang disebut didukung PT Graha Ismaya milik Masrizal. Dalam sidang hari ini, Oning mengaku Graha Ismaya tak pernah ikut tender, tapi pernah melakukan transaksi dengan Global Medika.

Atas pemenangan tender ini, KPK curiga, Rustam menerima suap berupa travel cek dari Graha Ismaya. Selain Rustam, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari diduga juga menikmati duit panas tersebut. Siti disebut-sebut menerima hingga Rp 2,47 miliar.

FEBRIANA FIRDAUS

Berita lain:

Pilkada DKI: Agama Yes, Prabowo No

50 Foto Topless Kate Middleton Ada di Majalah Chi

Selingkuhan Rooney dan Balotelli Hamil

Survei: Foke Versus Jokowi, Kalah Tipis

Di Hotel Ini, Pengguna Toilet Diintip Pejalan Kaki

Polisi Anggap 20 Penyidik di KPK Ilegal

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.