PT INKA produksi bus listrik

·Bacaan 1 menit

PT INKA (Persero) yang selama ini dikenal sebagai produsen kereta api, ke depan juga akan memproduksi bus bertenaga listrik.

Prototipe bus listrik produksi PT INKA ikut meramaikan pameran kendaraan listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu.

General Manager Pengembangan PT INKA Junaidi menyampaikan PT INKA sebagai produsen kereta api, tetapi sekarang juga membuat bus listrik karena bus listrik pada prinsipnya hampir sama dengan desain kereta api bahkan lebih simpel.

"Oleh karena itu INKA juga akan masuk ke bus listrik, baik yang ukuran 8 meter maupun yang 12 meter. Prototipe yang sudah jadi dan dibawa ke pameran ini bus ukuran 8 meter, sekarang kami sedang berproses di Madiun untuk yang 12 meter dan 8 meter," katanya.

Ia menyebutkan daya tahan listrik dari bus prototipe itu bisa mencapai 250 kilometer.

"Daya tahan listrik mencapai 0-200 kilometer, tetapi sisanya masih 20 persen, kalau dihabiskan bisa mencapai 250 kilometer," katanya.

Menurut dia prototipe bus listrik tersebut sudah dilakukan uji coba di Madiun, Bali, dan Jakarta.

"Nanti kalau ada yang pesan baru kami produksi, kami siap untuk komponen maupun fasilitas pabriknya," katanya.

Ia menyampaikan sekarang menuju "green city" dengan kendaraan yang rendah emisi, kawasan tertentu seperti Borobudur atau lainnya akan diisi kendaraan berbasis listrik.

"Harga mobil listrik sekitar 3 kali lipat dari kendaraan berbahan bakar bensin/solar, jadi lebih mahal. Namun kendaraan listrik sangat hemat dihitung dari operasi dan perawatan, karena mobil listrik sangat sedikit komponennya," katanya.

Baca juga: PT INKA dan BPPT siap produksi kereta cepat
Baca juga: INKA lakukan investigasi kereta LRT Jabodebek alami kecelakaan
Baca juga: Semarang uji coba bus listrik buatan dalam negeri

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel