PT JAS jadi Operator Terminal Kargo bandara Denpasar dan Surabaya

PT Jasa Angkasa Semesta (JAS Airport Services) kembali dipercaya sebagai Cargo Terminal Operator (CTO) di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Denpasar dan Juanda Surabaya setelah ditetapkan sebagai pemenang dalam seleksi mitra yang diselenggarakan oleh Angkasa Pura I.

“Bukti bahwa Angkasa Pura I masih mempercayakan JAS Airport Service untuk terus mendukung optimalisasi penanganan kargo di kedua bandara tersebut sesuai dengan standar Internasional,” kata Presiden Direktur dan CEO JAS Airport Services Adji Gunawan dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Sesuai rencana, JAS Airport Services akan mengelola Terminal Kargo dan Pos Internasional di Bandara Juanda Surabaya mulai 1 Desember 2022 dan untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar mulai 1 Januari 2023.

Angkasa Pura berharap JAS Airport Service mampu meningkatkan Level of Services pada layanan dan operasional Terminal Kargo dan Pos berstandar global.

“Semoga ke depannya, JAS Airport Services dapat terus menjaga kepercayaan AP I dalam mendukung optimalisasi bisnis kargo di kedua Bandara Internasional tersebut,” tambah Adji.

Terpilihnya kembali JAS Airport Services sebagai Cargo Terminal Operator (CTO) di kedua bandara tersebut secara resmi ditandai dengan penyerahan surat izin Prinsip Kerja Sama Usaha Jasa terkait Bandar Udara Bidang penanganan Kargo dan Pos Internasional di masing-masing Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar dan Bandara Internasional Juanda.

Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I Dendi T. Danianto mengatakan, seleksi terbuka diharapkan dapat memberikan dampak transformasi teknologi, peningkatan fasilitas dan ekspertis guna peningkatan Level of Services dan Cargo Throughput serta operasional Terminal Kargo dan Pos yang berstandar Global.

Adapun dalam pelaksanaannya, PT Jasa Angkasa Semesta, Tbk. akan mengimplementasikan Cargo Terminal Digitalization melalui integrasi terhadap Cargo Integrated System PT Angkasa Pura I yang akan membantu menyederhanakan proses bisnis, meningkatkan efisiensi, transparansi pembayaran cashless dan terintegrasi dengan seluruh stakeholder di dalam Air Cargo & Logistics Ecosystem.

Selain itu Cargo Integrated System ini juga akan terintegrasi dengan HS-Code INSW dan National Logistics Ecosystem (NLE).

Baca juga: JAS Airport Service dukung Presidensi G20 tangani kedatangan delegasi

Baca juga: JAS Airport Services dukung pemulihan penerbangan 11 maskapai ke RI

Baca juga: JAS siapkan Rp300 miliar untuk perbarui peralatan