PT JBT sebut penataan Tol Bali-Mandara untuk KTT G20 telah selesai

PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Bali Tol (JBT) mengungkapkan semua pekerjaan penataan Jalan Tol Bali-Mandara untuk mendukung KTT G20 telah selesai.

Direktur Utama PT JBT I Ketut Adiputra Karang mengatakan, pihaknya sudah memulai pekerjaan penataan Tol Bali-Mandara pada Desember.

"Kondisi saat ini semua pekerjaan yang kami lakukan sudah selesai pada Agustus," ujar Adi di Tol Bali-Mandara, Bali, Rabu.

Dalam melakukan penataan untuk mendukung KTT G20, PT JBT sendiri melakukan sembilan pekerjaan.

Adapun pekerjaan penataan tersebut meliputi pekerjaan coating, pengerjaan beautifikasi berupa penanaman mangrove di Interchange Ngurah Rai Bali dan beautifikasi jalan tol.

Kemudian PT JBT juga melakukan pengerjaan penataan Bundaran Ngurah Rai, perapihan tiga gerbang tol, penggantian penutup saluran, dan penggantian penutup manhole concrete barrier.

PT JBT juga melakukan pemasangan ornamen pada tiang penerangan jalan umum di jalan tol, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya untuk memenuhi kebutuhan listrik di jalan tol, serta pekerjaan irigasi lanskap jalan tol.

"Dalam rangka mendukung Presidensi KTT G20, kami mendapatkan tugas khusus dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian BUMN khususnya untuk memberikan dukungan karena Tol Bali-Mandara akan digunakan sebagai jalur utama yang menghubungkan lokasi venue G20 dan area kedatangan di Bandara Ngurah Rai Bali," kata Adi.

Dengan demikian, jalan tol Bali ini harus berbenah dalam rangka menyambut tamu-tamu VIP yang hadir.

Total anggaran yang dialokasikan untuk penataan jalan tol Bali-Mandara ini kurang lebih sekitar Rp80 miliar.

Adapun PT JBT saat ini mendapatkan perintah khusus dari Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi untuk melakukan penanaman tanaman bougainville di sepanjang median tengah jalan tol yang berkolaborasi dengan personel TNI.

Baca juga: Delegasi Lesotho tertarik skema bisnis jalan tol dari PT JBT

Baca juga: Proyek gas Jambaran-Tiung Baru ditargetkan beroperasi November 2021