PT KAI Berencana Menuntut, Sopir Mobil Tertabrak KRL di Depok Serahkan ke Kuasa Hukum

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Lolos dari maut setelah mobilnya terseret KRL hingga 10 meter di perlintasan sebidang Jalan Rawageni, Depok, Rabu (20/4), Ustaz Ahmad Yasin kini dihadapkan pada persoalan hukum. PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengajukan tuntutan kepadanya.

Kuasa hukum Ahmad Yasin, Syarif Hidayatullah mengatakan, pihaknya belum menerima surat tuntutan dari PT KAI. "Informasi yang kita dapat pihak dari PT KAI akan menuntut korban atas kecelakaan itu, tapi sampai sekarang belum menerima surat tuntutannya. Jika misal memang ada tuntutan maka akan perlu kita pelajari," katanya, Jumat (22/4).

Ketua Umum Tim Lawyer Badan Musyawarah Masyarakat Bima (BMMB) itu menuturkan, pihaknya menghormati sikap PT KAI yang berencana melayangkan tuntutan kepada kliennya. Namun, mereka pun sedang mempertimbangkan untuk menuntut balik. "Korban merupakan salah satu warga kita. Jika memang nanti dipandang perlu akan diadakan tuntutan balik akan kita lakukan," ucapnya.

Pilih Dialog

Pihaknya mengaku akan melakukan dialog dan komunikasi terlebih dulu dengan PT KAI. Untuk mengetahui kronologi yang sebenarnya, pihaknya perlu melakukan cek ke lokasi kejadian.

"Berdasarkan informasi katanya palang pintu perlintasan KRL dilewati korban bukan pintu perlintasan resmi, bikinan warga, membantu untuk arus penyeberangan orang dan kendaraan di perlintasan kereta," jelasnya.

Sementara Ahmad Yasin sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Fantastis Kp.Utan Citayam menyatakan menyerahkan kasus itu kepada kuasa hukumnya. "Kalau masalah sudah begini takut salah memberikan statement maka lebih baik langsung saja ke kuasa hukum yang lebih tahu," katanya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel