PT LIB Bisa Jadi Tak Dilibatkan dalam Turnamen Pengganti Shopee Liga 1 2020

Bola.com, Jakarta - Sejumlah alternatif terkait masa depan Shopee Liga 1 2020 sudah dikantongi PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi. Benarkah kompetisi kasta elite bakal disetop total dan digantikan sebuah turnamen.

Seperti diketahui, kompetisi tertinggi sepak bola di Tanah Air itu sudah ditangguhkan PSSI sejak pertengahan Maret lalu akibat pandemi virus corona.

Rencananya, Shopee Liga 1 2020 akan kembali digulirkan setelah 1 Juli. Syaratnya bila pemerintah tak memperpanjang Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana virus corona yang ditetapkan hingga 29 Mei.

Tapi jika sebaliknya, maka secara otomatis bakal dihentikan. Adapun sebelum ditangguhkan, Shopee Liga 1 2020 baru berjalan hingga pekan ketiga.

"Kami sudah menyiapkan opsi-opsi. Misalnya ya, jika Liga 1 memang dihentikan total atau dibatalkan, kira-kira kapan bisa membuat turnamen pengganti. Seperti itu. Namun, sejauh ini masih dibahas dalam pembicaraan tak resmi," ujar Direktur Operasional LIB, Sudjarno.

Nantinya, rancangan dari LIB kata Sudjarno akan dijelaskan ke PSSI. Federasi sepak bola di Tanah Air itu kemudian bakal memberikan keputusan akhir.

"Intinya itu di PSSI. Nanti PSSI mempunyai rencana seperti apa," tutur Sudjarno.

"Apakah kalau menggulirkan turname pengganti nanti menugaskan PT LIB sebagai operator atau dikelola PSSI sendiri, semua bergantung mereka sebagai pemangku kebijakan," imbuhnya.

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Gaduh Internal

Sejumlah pemain perwakilan dari 18 klub peserta Shopee Liga 1 2020 menunjukan jersey tim saat launching Shopee Liga 1 di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (24/2). Sebanyak 18 klub pamerkan jersey untuk kompetisi Shopee Liga 1 2020. (Bola.com/Yoppy Renato)

Di sisi lain, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan angkat suara terkait kegaduhan yang terjadi di PT Liga Indonesia Baru (LIB). Operator kompetisi sepak bola di Tanah Air itu dianjurkan untuk secepatnya menggelar pertemuan oleh pria yang akrab disapa Iwan Bule ini.

Kegaduhan di LIB muncul setelah Direktur Utama, Cucu Somantri dikabarkan memasukkan anaknya, Pradana Aditya Wicaksana ke LIB sebagai General Manager (GM). Penunjukkan itu kabarnya tidak disukai sejumlah petinggi di LIB.

Beberapa hari lalu, Cucu pun membantah kabar tersebut sembari memastikan bahwa anaknya tidak akan di LIB. Tapi, statemennya bertolak belakang lantaran dalam beberapa kegiatan LIB, anaknya sudah aktif.

"Sebagai entitas profesional, LIB sebaiknya segera melakukan rapat internal untuk fokus mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan dan tantangan ke depan pasca pandemi ini usai nanti," ujar Iwan Bule.

"Apakah itu melanjutkan liga, atau kalau tidak dilanjutkan itu akan seperti apa rencana PT LIB selaku operator," katanya Mochamad Iriawan menambahkan.

 

Sumber asli: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Fitri Apriani, Published 29/4/2020)

Video