PT PAL & Falah Teken MoU Pengembangan Produk Kemaritiman Berbasis Teknologi

Merdeka.com - Merdeka.com - PT PAL Indonesia (Persero) (PAL) dan PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) sepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan berbagai produk untuk pelatihan dan simulasi. Kerja sama ini dimulai dengan pengembangan produk Digitalized Manual Guidance, Training and Simulation System dan Engineering Simulator.

Dengan kerja sama ini ke depannya akan ada lebih banyak produk yang akan dikembangkan bersama. Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama antar pihak pada event IndoDefence 2022 disaksikan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Pada acara tersebut, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan bahwa rangkaian penandatanganan tersebut adalah wujud nyata komitmen Kementerian Pertahanan untuk dapat mewujudkan industri pertahanan lokal yang maju, kuat, mandiri, dan berdaya saing.

pt pal amp falah teken mou pengembangan produk kemaritiman berbasis teknologi
pt pal amp falah teken mou pengembangan produk kemaritiman berbasis teknologi

PT PAL & Falah Teken MoU Pengembangan Produk Kemaritiman Berbasis Teknologi©2022 Merdeka.com

Menurut Prabowo, hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo agar setiap belanja pertahanan dapat dijadikan sebagai investasi pertahanan untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Presiden berharap agar teknologi pertahanan berkembang dengan pesat dan kita harus segera ikuti dan harus berjuang keras," kata Menhan Prabowo.

PAL adalah industri strategis milik BUMN yang memproduksi alat utama sistem pertahanan Indonesia khususnya untuk matra laut. Pendirian PT PAL Indonesia (Persero) bermula dari sebuah galangan kapal di zaman pendudukan Belanda yang bernama MARINE ESTABLISHMENT (ME) dan diresmikan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1939.

Pada masa pendudukan Jepang perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan, Pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan ini dan mengubah namanya menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada tanggal 15 April 1980, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 tahun 1980, status perusahaan berubah dari Perusahaan Umum menjadi Perseroan Terbatas.

Sedangkan PT Falah Inovasi Teknologi (Falah) adalah Industri Pertahanan Indonesia yang mengembangkan sistem training and simulation, sistem informasi manajemen, menggunakan augmented reality dan virtual reality.

Direktur Utama PAL, Kaharuddin Djenod, menyampaikan bahwa dalam kerja sama ini Falah menyediakan teknologi yang dibutuhkan oleh PAL. "Teknologi ini masih sesuatu yang baru namun merupakan tools yang memang dibutuhkan oleh PT. PAL untuk bisa mengeksplor lebih jauh tentang produk-produk PT PAL, termasuk juga visualisasi produk, monitoring dan bahan training kepada calon user dan user yang telah menerima produk yang kita delivery." ujarnya.

Dia juga menambahkan bahwa PAL berkewajiban membangun ekosistem maritim dan Falah merupakan bagian darinya, "PT PAL memiliki kewajiban untuk membangun ekosistem maritim. Ekosistem maritim ini terdiri dari galangan kapal sebagai tier 1, kemudian subkon vendor supplier di tier 2,3,4 dan 5. Falah bisa berada di tier 2,3 dan bahkan tier 4. Posisi Falah dan perusahaan-perusahaan sejenis merupakan bagian dari ekosistem yang harus dibangun oleh PT. PAL," terangnya.

Sementara itu komisaris sekaligus CTO Falah, Deni Muslim menyampaikan bahwa PAL adalah mitra strategis untuk mengembangkan berbagai produk di bidang kemaritiman. "Kami meyakini bersama PAL yang merupakan lead integrator matra laut dan pusat keunggulan industri maritim nasional, banyak produk training and simulation yang dapat dikembangkan bersama," ujarnya.

pt pal amp falah teken mou pengembangan produk kemaritiman berbasis teknologi
pt pal amp falah teken mou pengembangan produk kemaritiman berbasis teknologi

PT PAL & Falah Teken MoU Pengembangan Produk Kemaritiman Berbasis Teknologi©2022 Merdeka.com

CEO Falah, Noviayana juga menyampaikan hal senada bahwa Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memerlukan banyak inovasi dalam penerapan teknologi bagi stakeholder-nya. "Dan ini dapat terwujud dengan adanya kolaborasi dan sinergi dengan PAL," imbuh Noviayana.

Sejak awal berdiri Falah memfokuskan produknya pada pelatihan militer dan non-militer menggunakan teknologi canggih seperti augmented reality dan virtual reality. Falah memiliki sistem manajemen pembelajaran sendiri dan platform virtual training suite untuk berbagai konten yang dibutuhkan.

Saat ini Falah telah mengembangkan banyak konten dan skenario pelatihan yang dibuat khusus untuk pelatihan perawatan pesawat, sistem pembelajaran bahasa virtual reality, dan berbagai materi pelajaran e-learning lainnya. [hhw]