PT PNM Salurkan Pembiayaan Rp11,7 Triliun di Kuartal I-2021

Daurina Lestari, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – Di sepanjang kuartal I-2021 PT Permodalan Nasional Madani atau PT PNM telah menyalurkan pembiayaan kepada sektor usaha mikro kecil hingga mencapai Rp11,68 triliun.

Executive Vice President (EVP) Keuangan dan Operasional PT PNM, Sunar Basuki menjelaskan, jumlah tersebut naik signifikan sebesar 95,2 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang hanya sebesar Rp5,98 triliun.

"Penyaluran pembiayaan itu dilakukan PT PNM melalui program PNM UlaMM dan PNM Mekaar," kata Sunar dalam telekonferensi, Selasa 20 April 2021.

Sunar menambahkan, kinerja perseroan terbilang sangat baik dengan adanya peningkatan pembiayaan yang disalurkan, yang sejalan dengan penambahan jumlah nasabah pada periode tersebut. Dia mencatat, jumlah nasabah PT PNM saat ini menjadi 8,98 juta nasabah, atau naik 38,1 persen jika dibandingkan kuartal I-2020 yang hanya 6,5 juta nasabah.

"Diharap nantinya bisa mencapai 10 juta nasabah di tahun 2021 ini. Karena kita ingin jadi salah satu lembaga terbesar di dalam pembiayaan sektor mikro," ujar Sunar.

Kinerja baik PT PNM lainnya juga dapat dilihat melalui realisasi non-performing loan (NPL) yang tetap rendah di 0,78 persen gross. Adapun total outstanding (baki debet) hingga Maret 2021 kemarin tercatat mencapai Rp26,37 triliun.

Dia menambahkan, pendapatan PT PNM di sepanjang kuartal I-2021 juga terjaga dengan baik yakni sebesar Rp1,76 triliun, sementara laba bersih perseroan mencapai Rp186 miliar. Total aset yakni mencapai Rp35,3 triliun, dan nilai liabilitas serta ekuitas masing-masing sebesar Rp29,5 triliun dan Rp5,8 triliun.

"Ini membuktikan bahwa keuangan dan kinerja PNM masih sangat solid terutama untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan," ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini total jumlah karyawan PT PNM telah mencapai 50.612 orang, dan masih akan bertambah seiring kinerja bisnis yang diharapkan masih akan moncer di tahun 2021 ini. Pada kuartal I-2021 kemarin, PT PNM tercatat telah menambah rekrutmen sekitar 2.000 karyawan.