PT Pos sebut realisasi penyaluran BLT BBM di Sultra capai 97,5 persen

PT Pos Indonesia mengatakan realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Sulawesi Tenggara mencapai 97,5 persen.

Kepala PT Pos Indonesia Sultra Wildan Hamdani melalui telepon di Kendari, Rabu, mengatakan total sasaran penerima BLT BBM di 17 kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara sebanyak 216.646 keluarga penerima manfaat (KPM).

"Persentase realisasi penyaluran BLT BBM kami sampai tahap akhir penyaluran 31 Oktober 2022 kemarin mencapai 97,5 persen dari sasaran," katanya.

Jumlah penyaluran BLT BBM mencapai 211.228 kelompok penerima manfaat. Sedangkan yang gagal bayar atau belum terbayarkan hingga saat ini sebanyak 5.418 KPM.

Baca juga: Presiden Jokowi: Penyaluran BLT BBM mencapai 95,9 persen

Baca juga: Presiden Jokowi diagendakan kunjungi Baubau serahkan bantuan subsidi

Wildan mengaku berdasarkan hasil penelusuran di lapangan gagal bayar atau tidak tersalurkan disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya sasaran bansos yang dituju sudah pindah alamat atau domisili, sedang bekerja di luar kota, sudah mapan.

Selain itu terjadinya gagal bayar karena sasaran bantuan sosial tersebut sudah menjadi aparatur sipil negara (ASN) atau TNI-Polri dan ada pula yang sudah meninggal dunia.

"Beberapa keterangan gagal bayar di antaranya KPM di luar kota atau sedang bekerja di luar kota, ada yang pindah alamat dan meninggal dunia," ujarnya.

Ia merinci capaian penyaluran BLT BBM di 17 kabupaten/kota se-Sultra di antaranya Kabupaten Konawe mencapai 21.876 atau 97,5 persen dari alokasi 22.439 KPM; Kabupaten Konawe Selatan 25.230 atau 96,7 persen dari alokasi 26.088 KPM; Konawe Utara 4.716 atau 98,3 persen dari alokasi 4.800 KPM; Konawe Kepulauan 3.934 atau 99,3 persen dari alokasi 3.963 KPM.

Selanjutnya Kabupaten Kolaka mencapai 15.774 atau 97,6 persen dari alokasi 16.165 KPM; Kolaka Timur 11.646 atau 95,7 persen dari alokasi 12.299 KPM; Kolaka Utara 13.902 atau 99,5 persen dari alokasi 13.974 KPM; Bombana 13.138 atau 99,1 persen dari alokasi 13.255 KPM.

Berikutnya Kabupaten Muna mencapai 21.482 atau 98,6 persen dari alokasi 21.784 KPM; Muna Barat 10.153 atau 98,9 persen dari alokasi 10.266 KPM; Buton 9.682 atau 96,8 persen dari alokasi 10.000 KPM; Buton Selatan 5.748 atau 96,3 persen dari alokasi 5.968 KPM; Buton Utara 6.939 atau 98,8 persen dari alokasi 7.023 KPM; Buton Tengah 7.556 atau 98,7 persen dari alokasi 7.656 KPM.

Kemudian Kabupaten Wakatobi mencapai 9.616 atau 96,1 persen dari alokasi 10.006 KPM; Kota Baubau mencapai 11.756 atau 96,8 persen dari alokasi 12.140 KPM; dan Kota Kendari 18.080 atau 96,1 persen dari alokasi 18.820 KPM.*

Baca juga: Pemkot Kendari mulai salurkan BLT BBM tambahan 1.488 KPM