PT Pos Situbondo catat 77.801 warga kurang mampu terima BLT BBM

PT Pos Indonesia Cabang Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, mencatat sebanyak 77.801 warga kurang mampu menerima bantuan langsung tunai (BLT) kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Eksekutif Manajer Kantor Cabang Situbondo PT Pos Indonesia Vencysisca Jeane Risamena di Situbondo, Jumat, mengatakan penyaluran BLT BBM di wilayahnya mulai dilaksanakan sejak pertengahan September 2022.

"Bantuan tunai ini diberikan dua bulan sekaligus, yakni untuk bulan Agustus dan September 2022. Masing-masing warga menerima BLT BBM Rp300.000 atau Rp150.000 per bulan per penerima," kata dia.

Selain menerima BLT BBM Rp300.000 untuk dua bulan (Agustus-September), kata dia, penerima juga mendapatkan bantuan pangan non-tunai (BPNT) Rp200.000 sehingga total yang diterima Rp500.000.

Baca juga: Pemkab Cirebon sediakan Rp7,4 miliar untuk BLT BBM

Baca juga: BPKP kawal BLT kompensasi penyesuaian harga BBM

Dia menjelaskan BLT BBM ini merupakan program Kementerian Sosial dan penyalurannya melalui PT Pos Indonesia, sedangkan nama dan alamat penerima sesuai data Kemensos RI.

Menurut dia, hingga saat ini penyaluran bantuan tunai kompensasi kenaikan harga BBM tersebut sudah mencapai 95,78 persen. Karena data penerima yang tersisa atau yang belum diambil oleh penerima mayoritas kartu keluarga (KK) tunggal dan sudah lanjut usia.

"Jadi, sisanya mulai besok kami akan serahkan dari rumah ke rumah karena banyak KK tunggal dan mungkin sedang sakit," kata Sisca, sapaan akrabnya.

Dia menambahkan, untuk data penerima yang belum mengambilnya sampai saat ini sedang direkap, karena penyaluran BLT BBM terakhir pada Minggu (25/9).

"Sisa uang bantuan tunai yang belum disalurkan kepada warga dengan berbagai alasan, termasuk salah satunya pindah alamat dan meninggal dunia, akan dikembalikan ke kas negara," ujar dia.

Baca juga: KSP pastikan tidak ada pemotongan BLT di Desa Cikakak Jateng

Baca juga: Mensos Risma tegaskan ada penyelidikan atas laporan pemotongan BLT BBM