PT PP bukukan kontrak baru sebesar Rp15,78 triliun hingga Agustus

PT PP (Persero) Tbk sebagai BUMN konstruksi berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp15,78 triliun hingga akhir Agustus 2022.

“Sampai dengan akhir Agustus 2022, PT PP berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp15,78 triliun, yang terdiri dari kontrak baru induk perusahaan sebesar 72 persen dan anak perusahaan sebesar 28 persen,” kata Direktur Utama PT PP Novel Arsyad dalam Public Expose 2022 secara daring di Jakarta, Kamis.

Beberapa proyek yang berhasil diraih oleh PT PP sampai dengan Agustus 2022, antara lain pembangunan proyek Terminal Kalibaru Tahap 1B Pelabuhan Tanjung Priok sebesar Rp3,83 triliun, proyek pekerjaan Pipeline Semarang-Batang sebesar Rp1,06 triliun, proyek pembangunan Pertamedika Sanur Bali sebesar Rp621 miliar.

Kemudian RS Dharmais sebesar Rp427 miliar, WUR Pertamina Hulu Rokan sebesar Rp421 miliar, pekerjaan pembangunan Simpang Susun Jalan Tol Serang-Panimbang sebesar Rp341 miliar, proyek Landmark BSI Aceh sebesar Rp296 miliar, pekerjaan interior gedung Kejaksaan Agung RI sebesar Rp286 miliar. Pekerjaan pembangunan Gardu Induk & Underline Freeport sebesar Rp255 miliar, proyek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar Rp207 miliar, anak usaha sebesar Rp4,04 triliun, dan sebagainya.

Baca juga: PT PP rampungkan revitalisasi TMII untuk mendukung gelaran KTT G20

Sampai dengan Agustus 2022, kontrak baru dari BUMN mendominasi perolehan kontrak baru PT PP dengan kontribusi sebesar 65 persen, disusul oleh Pemerintah sebesar 30 persen dan swasta sebesar 5 persen dari total perolehan kontrak baru.

Perolehan kontrak baru berdasarkan lini bisnis, yaitu: konstruksi sebesar 64 persen (jalan dan jembatan sebesar 24 persen, gedung sebesar 27 persen), EPC sebesar 8 persen, dan anak perusahaan sebesar 28 persen.

Selain itu berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 30 Juni 2022 (unaudited), PT PP berhasil meraih pendapatan usaha dan laba bersih tahun berjalan sebesar masing-masing Rp9,02 triliun dan Rp112 miliar yang mencerminkan pertumbuhan sebesar 39,74 persen dan 1,82 persen secara tahunan (year on year atau yoy).

Baca juga: PT PP memperoleh empat proyek untuk pembangunan di IKN Nusantara

PT PP membukukan pendapatan usaha sebesar Rp9,02 triliun atau tumbuh sebesar 39,74 persen secara tahunan (year on year atau yoy) dibandingkan pencapaian tahun 2021, yaitu sebesar Rp6,45 triliun.

Kontribusi pertumbuhan pendapatan usaha PT PP tersebut berasal dari induk usaha sebesar 55 persen dan sisanya sebesar 45 persen berasal dari anak usaha (PP Presisi sebesar 17 persen, PP Semarang Demak sebesar 10 persen, PP Properti sebesar 10 persen, PP Urban sebesar 3 persen, dan lainnya sebesar 4 persen).