PT PP Garap Proyek SPAM KPBU di Pekanbaru Senilai Rp499 Miliar

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVAPT PP Tbk melalui anak usahanya yang bergerak di bidang investasi infrastruktur, yaitu PT PP Infrastruktur (PP Infra), menandatangani proyek sistem penyediaan air minum (SPAM) di Pekanbaru, Riau. Proyek itu memiliki skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Penandatanganan tersebut dilakukan antara PT PP Tirta Madani, PDAM Tirta Siak, dan PT Penjamin Infrastruktur Indonesia (PII). Direktur Utama PP Infrastruktur Didik Mardiyanto mengatakan berharap dalam pelaksanaan kerja sama ini akan mendapatkan dukungan penuh dari pihak pemerintah baik pusat maupun kota.

Baca juga: Bonus Demografi RI Bisa Picu Pengangguran, Ini Cara Antisipasinya

"Termasuk kepastian pembangunan sebagian jaringan distribusi pembagi sampai dengan ke sambungan pelanggan. Untuk memastikan fasilitas yang terbangun dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas," kata didik dikutip dari keterangannya, Jumat 18 Desember 2020.

Menurutnya, hadirnya SPAM Kota Pekanbaru ini akan menjaga keberlangsungan lingkungan hidup daerah sekitar. Sehingga aspek kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup lebih terjamin.

Sementara itu, PT PP Tirta Madani yang merupakan badan usaha kerja sama (BUK) yang dibentuk oleh konsorsium PT PP Infrastruktur, PT Memiontec Indonesia, dan PT Envitech Perkasa. Ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan SPAM Kota Pekanbaru.

Proyek kerja sama KPBU SPAM Kota Pekanbaru akan berlangsung selama 25 tahun setelah masa rehabilitasi. Ke depannya SPAM Kota Pekanbaru akan melayani pelanggan rumah tangga maupun nonrumah tangga (komersial) yang berada di 5 kecamatan, yaitu Senapelan, Pekanbaru Kota, Lima Puluh, Sail, Sukajadi, dan Payung Sekaki.

Dia menjelaskan, SPAM Kota Pekanbaru ini setelah dilakukan rehabilitasi, uprating dan pembangunan baru akan memiliki total kapasitas supply yang didistribusikan kepada PDAM Tirta Siak sebesar 750 liter per detik (lpd).

Sementara itu, total nilai investasi yang diperlukan dalam pengembangan dan pembangunan proyek ini adalah sebesar sekitar Rp499 miliar, yang meliputi pembiayaan mandiri oleh PT PP Tirta Madani sebesar Rp381 miliar dan VGF sebesar Rp118 miliar.

Dalam acara penandatangan tersebut, turut dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Direktur Utama PT PP Infrastruktur Didik Mardiyanto, Direktur PDAM Tirta Siak Kemas Yuzferi, dan Direktur Utama PT Tirta Madani Achmad Sanusi.

Selain dilaksanakan secara langsung, acara tersebut juga dilaksanakan secara virtual yang juga turut dihadiri Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, dan Direktur Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR R Haryo Bekti Martoyoedo.

Ada pula perwakilan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional yakni Sri Bagus Guritno, dan Direktur Utama PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) M Wahid Sutopo. (Ant)