PT PP selesaikan pembangunan Bendungan Pidekso lebih cepat 12 bulan

·Bacaan 2 menit

PT PP (Persero) Tbk, BUMN konstruksi dan investasi, menuntaskan pembangunan konstruksi proyek Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, lebih cepat 12 bulan dari yang ditargetkan sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

"Dengan kehadiran Bendungan Pidekso ini diharapkan dapat memiliki dampak positif bagi masyarakat di Provinsi Jawa Tengah, khususnya yang berada di Kabupaten Wonogiri," kata Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Proyek pembangunan bendungan tersebut sudah diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Selasa (28/12) yang ditandai secara simbolis dengan prosesi penekanan tombol sirine dan penandatanganan prasasti.

Novel mengatakan, dengan dibangunnya Bendungan Pidekso ini juga dapat memberikan nilai tambah sebagai kawasan wisata air yang dapat dinikmati oleh wisatawan lokal terutama masyarakat yang tinggal di sekitar bendungan.

Selain itu perseroan juga dapat menyelesaikan pembangunan proyek bendungan tersebut dengan kualitas terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Bendungan Pidekso yang dimiliki oleh Kementerian PUPR ini memiliki nilai total nilai kontrak sebesar Rp739 miliar dimana pembangunannya dimulai sejak 2014. Bendungan ini memiliki kapasitas penampungan sebesar 25 juta meter kubik dengan luas genangan 232 hektare. Bendungan Pidekso memiliki tinggi 44 meter.

Kehadiran Bendungan Pidekso ini diharapkan dapat mereduksi banjir sebesar dari 349 meter kubik per detik menjadi 311 meter kubik per detik. Selain itu, kehadiran bendungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengaliri irigasi seluas 1.500 hektare dan menghasilkan air baku sebesar 300 liter per detik.

"Tidak hanya itu saja, bendungan yang terletak pada aliran Sungai Bengawan Solo tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai tujuan pariwisata di Kabupaten Wonogiri," kata Novel.

Presiden Joko Widodo saat meresmikan bendungan itu menekankan jika bangsa Indonesia menginginkan kemandirian pangan, kedaulatan pangan, dan ketahanan pangan dapat tercapai, maka waduk merupakan kuncinya.

“Waduk adalah menjadi kunci, air menjadi kunci. Oleh sebab itu, kita bangun waduk di seluruh provinsi di Tanah Air kita,” ujar Presiden Joko Widodo.

Baca juga: Pembangunan proyek KIT Batang sesuai harapan

Baca juga: Progres pembangunan jalan tol Semarang-Demak berjalan lebih cepat

Baca juga: PT PP nilai Tol Serang-Panimbang dorong pertumbuhan ekonomi Banten

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel