PT PP Targetkan 2 Bendungan Proyek Strategis Nasional Rampung 2021

Raden Jihad Akbar
·Bacaan 2 menit

VIVAPT PP Tbk menargetkan penyelesaian pembangunan 2 bendungan yang
termasuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tahun ini. 2 proyek bendungan itu adalah Bendungan Way Sekampung Paket I-III yang berlokasi d Lampung dan Bendungan Pidekso di Jawa Tengah.

Sekretaris Perusahaan Yuyus Juarsa menjabarkan, Proyek Bendungan Way Sekampung Paket I terletak di Kabupaten Pringsewu, Lampung. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp923 miliar tersebut dikerjakan dengan masa pelaksanaan selama 1.645 seribu enam ratus puluh lima) hari kalender dan memiliki masa pemeliharaan selama 450 hari kalender.

Proyek yang didanai oleh APBN ini memiliki lingkup pekerjaan, antara lain pembangunan proteksi lereng spillway, galian lereng spillway, spiilway dan hidromekanikal. Kemudian jalan inspeksi PLTA sepanjang 417 meter, proteksi lereng jalan, jalan akses kanan sepanjang 2.827 meter, dan infrastruktur penunjang lainnya.

"Proyek pembangunan yang dikerjakan sejak tahun 2016 ini telah mencapai progres 100 persen di bulan Maret ini," ujar Yuyus dikutip dari keterangannya, Kamis 11 Maret 2021.

Baca juga: Cerita Luhut Genjot TKDN, Minta Menteri Lutfi Lapor Dulu Baru Impor

Selain dipercaya untuk mengerjakan paket I, Perseroan juga dipercaya untuk mengerjakan proyek Bendungan Way Sekampung Paket III. Proyek yang dikerjakan sejak tahun 2020 ini memiliki masa pelaksanaan selama 240 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender.

"Saat ini, proyek yang dimiliki oleh Kementerian PUPR ini telah mencapai progres pembangunan sebesar 54,64 persen," tambahnya.

Sementara itu lanjutnya, proyek pembangunan Bendungan Pidekso terletak di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Proyek yang memiliki nilai kontrak Rp739 mliar ini terdiri dari kontrak tahap I sebesar Rp436,9 miliar dan kontrak lanjutan sebesar Rp302,7 miliar.

Bendungan Pidekso memiliki kapasitas tampungan sebesar 25 juta m3 dengan Panjang bendungan 387 meter dan tinggi bendungan 40 meter. Saat ini, progres keseluruhan pembangunan bendungan tersebut telah mencapai 60,32 persen.

"Kedua bendungan ini tentunya akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Pekerjaan pembangunan bendungan ini tidak dihentikan oleh Pemerintah selama masa pandemi COVID-19 di mana hal tersebut dilakukan untuk menjaga target penyelesaian PSN serta menjaga kesinambungan roda perekonomian Indonesia," tambahnya.

Dia menjelaskan, kehadiran bendungan ini memiliki manfaat untuk penyediaan air baku di wilayah Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Wonogiri. Selain itu, dapat digunakan sebagai pengendali banjir dan sebagai lahan konservasi serta pariwisata sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Perseroan juga berjanji akan menyelesaikan pembangunan tersebut tepat waktu dengan kualitas terbaik,” tegasnya.