PT PPI salurkan 25 ribu paket pangan di Jabodetabek selama Ramadhan

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PPI sebagai anggota Holding BUMN Pangan telah menyalurkan 25 ribu paket pangan di Jabodetabek selama Ramadhan.

"PPI melalui Warung Pangan ini berupaya membantu ketersediaan pangan bagi masyarakat khususnya dalam bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah, di mana masyarakat memiliki animo yang lebih, dalam memenuhi kebutuhan pokoknya," ujar Direktur Utama PPI Nina Sulistyowati dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Nina, PPI sebagai anggota Holding BUMN Pangan ID Food turut dalam Program Gerakan Bersih memberi dan mengasihi dalam penyediaan paket pangan murah sebanyak lebih dari 25 ribu paket di wilayah Jabodetabek selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1443 Hijriah.

Paket pangan ini disediakan untuk masyarakat mulai dari beras, gula, minyak goreng kemasan dan terigu.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan bahwa BUMN telah menyiapkan sebanyak 40.000 paket sembako untuk pasar murah di 7 titik di Jabodetabek. Titik tersebut meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan.

Pasar Murah BUMN menjual paket sembako murah berisi 1 liter minyak goreng, beras 5 kg, dan 1 kg gula senilai Rp 65.000. Paket sembako murah yang dijual diharapkan menjadi solusi masyarakat memasuki bulan Ramadhan di tengah harga kebutuhan pokok yang meningkat.

Kegiatan pasar murah BUMN merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Bersih (memberi dan mengasihi) antara lain safari ramadhan bersama milenial BUMN, bantuan masjid, dan kegiatan keagamaan di lingkungan Kementerian BUMN.

Baca juga: PPI distribusikan lima juta liter minyak goreng ke pasar tradisional
Baca juga: Wamen BUMN minta PPI ekspor produk halal RI ke beberapa negara Muslim
Baca juga: Ekspor perdana 2022, PT PPI melepas enam kontainer kopi ke Mesir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel