PT SMI Catatkan Komitmen Pembiayaan Rp 106,76 Triliun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Hingga November 2020, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI telah mencatatkan komitmen sebesar Rp 106,767 triliun dengan outstanding Rp 61,943 triliun.

Hingga akhir tahun diperkirakan angka ini akan terus meningkat, seiring dengan dinamika bulan Desember yang masih aktif.

“Jumlah ini saya yakin akan terus bertambah, karena dinamika di bulan Desember ini sangat aktif. Jadi nanti kita lihat perkembangan di akhir tahun angka ini rasanya akan terus bertambah,” ujar Direktur Operasional & Keuangan PT SMI, Darwin Trisna Djajawinata dalam acara PT SMI Media Meet Up 2020, Rabu (30/12/2020).

Adapun komitmen berdasarkan produknya, paling banyak merupakan kredit investasi senilai Rp 76,42 triliun, dengan outstanding sebesar Rp 49,96 triliun.

Darwin menambahkan, adapun nilai proyek yang telah dibiayai oleh PT SMI sejak 2016 hingga November 2020 mencapai Rp 689,940 triliun.

“Alhamdulillah dari akumulasi kegiatan pembiayaan yang kita lakukan sudah bisa mendukung nilai proyek yang dibiayai sampai dengan Rp 689 triliun. Itu ada multiplier sebesar 6,46 kai dari komitmen pembiayaan yang kami berikan,” jelas dia.

Sementara, jika dibandingkan dengan modal yang ditanamkan pemerintah untuk PT SMI sudah mencetak multiplier 22,6 kali.

PT SMI Telah Salurkan Rp 10,65 Triliun ke 21 Daerah di Indonesia

Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Tumpukan uang di ruang penyimpanan uang BNI, Jakarta, Senin (2/11/2015). Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat jumlah rekening simpanan dengan nilai di atas Rp2 M pada bulan September mengalami peningkatan . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) mendapat mandat untuk mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Mandat tersebut tertuang dalam PP No. 53/2020. Dalam aturan tersebut, SMI dapat lebih optimal dalam melaksanakan penugasan program PEN penyaluran fasilitas pinjaman daerah (PENDA).

Pelaksanaan PENDA dilakukan melalui penerusan pinjaman dari Pemerintah kepada SMI yang diteruspinjamkan kepada Pemerintah Daerah (Pemda). "Hingga November 2020, dalam pelaksanaan program PENDA, SMI telah memproses dan menyetujui fasilitas pinjaman dengan total komitmen sebesar Rp 10,65 triliun kepada 21 wilayah atau daerah di Indonesia," kata Head of Corporate Secretary SMI Ramona Harimurti, dalam keterangan tertulis, Jumat (25/12/2020).

Di sisi lain dalam pelaksanaan penugasan program penyelamatan BUMN, SMI telah melaksanakan penatakelolaan fasilitas Investasi Non Permanen Pemerintah kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) senilai Rp 3,5 triliun, dan segera menyusul setelahnya adalah PT Garuda Indonesia (GIAA) dan PT Krakatau Steel (KRAS) yang saat ini sedang dalam proses menuju penetapan atas hasil kajian usulan dari kedua BUMN tersebut.

Sedangkan rencana kerja dan proyeksi keuangan Perseroan di 2021 akan terus meningkat dan bertumbuh. Outstanding pembiayaan diproyeksikan meningkat di 2021 sebesar 42 persen, dari yang sebelumnya Rp 73,99 Triliun di 2020 menjadi Rp 105,12 triliun di 2021.

Pertumbuhan ini berada di atas kisaran pertumbuhan kredit yang diproyeksikan oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin,serta lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yaitu sebesar 6 persen.

Pada RUPS RKAP 2021 juga disampaikan highlights proyeksi meningkatnya beberapa pos kinerja keuangan Perseroan tahun 2020. Pendapatan Usaha tahun 2020 diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 6,21 persen dari Rp 5,19 Triliun di tahun 2019 menjadi Rp 5,52 Triliun di tahun 2020 yang diikuti dengan proyeksi peningkatan laba bersih sebesar 3,03 persen dari Rp 1,7 Triliun menjadi Rp 1,76 triliun.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: