PT TWC uji coba pembukaan Candi Boko dengan aplikasi PeduliLindungi

·Bacaan 3 menit

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) melaksanakan simulasi uji coba pembukaan destinasi Taman Wisata Candi (TWC) Ratu Boko di Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi, Jumat.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono mengatakan setelah simulasi yang diikuti oleh pihak internal maupun eksternal ini, rencananya Taman Wisata Candi (TWC) Ratu Boko akan melakukan uji coba pembukaan bagi wisatawan pada Sabtu 25 September 2021.

"Simulasi dilakukan setelah TWC Ratu Boko mendapatkan QR Code dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan diizinkan beroperasi secara terbatas oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi DIY di masa PPKM level 3 ini," katanya.

Ia mengatakan, TWC Ratu Boko merupakan satu dari empat destinasi di Yogyakarta yang dibuka pada tahap kedua uji coba ini.

Tiga lainnya ialah Hutan Pinus Pengger, Taman Wisata Merapi Park, dan Seribu Batu. Pembukaan ini menyusul tiga destinasi lain yang telah beroperasi, seperti Hutan Pinus Mangunan, Tebing Breksi dan Kebun Binatang Gembira Loka.


Baca juga: Sleman segera uji coba pembukaan destinasi wisata Candi Ratu Boko

"PT TWC sebagai BUMN pengelola destinasi berbasis cagar budaya berkomitmen penuh untuk menjalankan protokol kesehatan dan mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi di destinasi wisata yang dikelola," katanya.

Edy mengatakan, PT TWC juga telah menyusun "Standard Operational Procedure" (SOP) yang profesional, melaksanakan program vaksinasi bagi seluruh karyawan dan meraih sertifikasi CHSE di seluruh destinasi wisata yang dikelolanya.

"Hal ini menjadi bukti upaya kami untuk mewujudkan pariwisata yang sehat, aman dan nyaman bagi wisatawan. Semoga keseriusan kami mempersiapkan ini bisa menjadi titik awal menuju kebangkitan pariwisata, baik di regional dan nasional," katanya.

Dalam simulasi ini, TWC Ratu Boko mempersiapkan standar operasi dan protokol yang wajib dipatuhi oleh karyawan maupun wisatawan, seperti telah melakukan vaksinasi minimal tahap pertama, suhu tubuh di bawah 37,3 derajat celcius, serta melakukan scan kode batang (barcode) "check in" dan "check out" di aplikasi PeduliLindungi saat memasuki dan meninggalkan destinasi yang berada di bentang alam Pegunungan Sewu ini.

Pada uji coba pembukaan ini, kuota maksimal TWC Ratu Boko sejumlah 1.700 orang, termasuk pengunjung, karyawan dan pedagang dengan waktu kunjungan pukul 09.00 – 15.00 WIB.

Baca juga: PT TWC tutup sementara seluruh destinasi dukung penerapan PPKM Darurat

Menurut dia, di sejumlah destinasi yang dikelola, seperti TWC Borobudur dan TWC Prambanan, tidak ditemukan kendala jaringan yang dialami wisatawan saat melakukan scan barcode untuk memasuki kawasan. Hal ini berdampak pada kelancaran laju aktivitas wisatawan, sehingga tidak mengalami penumpukan yang akan mengakibatkan kerumunan.

"Sebelumnya, kami telah cek jaringan di kawasan Ratu Boko untuk kelancaran proses mengunduh aplikasi maupun proses check in dan tidak ditemukan hambatan. Semoga hal ini bisa terus terjaga dan membantu kelancaran alur berwisata di Ratu Boko," katanya.

Ia berharap dengan dibukanya TWC Ratu Boko ini bisa ikut menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitarnya.

"Semoga dengan dibukanya TWC Ratu Boko ini bisa menambah pilihan aktivitas wisata di kawasan Yogyakarta yang aman dan nyaman dikunjungi. Melalui kunjungan wisatawan, tentunya akan berdampak pula pada perekonomian pelaku wisata lainnya," katanya.

Baca juga: Ratu Boko tawarkan wisata kuliner dan sunset di "Andrawina Barbekyu"

Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono melakukan scan tiket masuk pada uji coba pembukaan Taman Wisata Candi (TWC) Ratu Boko Prambanan, Sleman pada Jumat 24 September 2021. Foto ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono melakukan scan tiket masuk pada uji coba pembukaan Taman Wisata Candi (TWC) Ratu Boko Prambanan, Sleman pada Jumat 24 September 2021. Foto ANTARA/Victorianus Sat Pranyoto
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel