PTBA kirim tim penyelamat bantu korban gempa Cianjur

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengirimkan tim penyelamat (rescue), tim medis, serta donasi untuk membantu kebutuhan logistik korban bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

General Manager PTBA UPTE Venpri Sagara mengatakan pengiriman tim dan bantuan logistik ini merupakan wujud cepat tanggap perusahaan dalam kepedulian sosial untuk warga yang terkena musibah gempa.

“Kami turut berduka cita atas musibah yang terjadi. Semoga bantuan yang kami kirimkan ini dapat bermanfaat,” kata dia pada acara pelepasan tim PTBA ke Cianjur di Kantor Pusat PTBA, Tanjung Enim, Sumsel, Rabu.

Bantuan tersebut berupa dana dari PTBA senilai Rp100 juta beserta obat-obatan, dan donasi dari Srikandi Bukit Asam serta penggalangan dana dari SD dan SMP Bukit Asam senilai Rp15 juta.

Tim yang dikirim diantaranya beranggotakan Junardi (Asisten Manager Micro & Small Enterprise Funding PTBA), Haris Santoso (Pengelola RB Bukit Asam), Satrio Budi Wicaksono (Tim Medis), Fredi Setiawan (Tim Medis), Andrias Norris (Tim Medis).

Pelepasan tim dihadiri juga VP Perencanaan Tambang PTBA Rika Harlin, AVP Sustainable Economic Social & Environment PTBA Mustafa Kamal, para Srikandi Bukit Asam, Tim Medis Rumah Sakit Bukit Asam Medika (RS BAM), Kepala Sekolah, Guru, Siswa SD dan SMP Bukit Asam, beserta para insan Bukit Asam.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu yang tergabung Srikandi Bukit Asam yang terketuk hati untuk membantu korban bencana gempa Cianjur, kemudian adik-adik dari SD & SMP Bukit Asam dan para guru untuk kegiatan ini," kata dia.

Venpri berharap bantuan dari PTBA ini dapat memberi manfaat maksimal. Ia pun mengajak seluruh insan PTBA untuk berkontribusi meringankan beban para korban gempa.

Sebelumnya, ia menambahkan Menteri BUMN Erick Thohir telah memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) Bencana BUMN dan Yayasan BUMN untuk Indonesia untuk bergerak cepat membantu penanganan dampak gempa di Cianjur yang menelan korban 268 orang.

Erick menyebut Satgas Bencana BUMN juga telah dan terus berkoordinasi secara instensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah daerah.

Satgas Bencana BUMN dan Yayasan BUMN untuk Indonesia pun telah diminta melakukan pemetaan terkait kebutuhan mendasar masyarakat terdampak.

Baca juga: PTBA rehabilitasi mangrove bantu pulihkan 600.000 Ha

Baca juga: PTBA gandeng ITB dan Unpad kembangkan teknologi dekarbonisasi

Baca juga: PT Bukit Asam bangun PLTS ekspansi ke bisnis energi terbarukan