PTM dan Takziah Picu Kasus COVID-19 Naik, Surveilans Terus Dilakukan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Terkait temuan kenaikan kasus COVID-19 akibat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dan aktivitas takziah, Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan soal perolehan laporan data dari Kementerian Kesehatan.

"Jadi, update (pembaruan) data yang telah disampaikan Kementerian Kesehatan telah berbasis data yang terkumpul di Dasbor Sekolah Aman dan Madrasah Aman," jelas Wiku menjawab pertanyaan Health Liputan6.com di Media Center COVID-19, Graha BNPB, Jakarta pada Selasa, 16 November 2021.

"Data tersebut dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama Kementerian Agama."

Wiku Adisasmito melanjutkan, data COVID-19 yang dihimpun berasal dari data daerah dan diolah sesuai kebutuhan kementerian/lembaga. Temuan kasus COVID-19 dari aktivitas takziah juga hasil laporan dinas kesehatan setempat.

"Pada prinsipnya data COVID-19 terhimpun dari sumber yang sama, yaitu data-data di daerah dan diolah sesuai dengan kebutuhan masing-masing Kementerian lembaga untuk pengambilan keputusan yang spesifik," lanjutnya.

"Sedangkan, temuan terkait klaster takziah merupakan hasil investigasi yang dihimpun dari dinas kesehatan setempat."

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Surveilans untuk Antisipasi Kasus COVID-19

Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR drive thru kepada pengguna kendaraan di halaman Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ), Rabu (6/1/2021). RSPJ menyediakan layanan tes usap PCR mandiri secara drive thru guna melacak sekaligus memutus penyebaran Covid-19. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)
Petugas kesehatan melakukan tes usap PCR drive thru kepada pengguna kendaraan di halaman Rumah Sakit Pertamina Jakarta (RSPJ), Rabu (6/1/2021). RSPJ menyediakan layanan tes usap PCR mandiri secara drive thru guna melacak sekaligus memutus penyebaran Covid-19. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Menilik temuan kasus COVID-19, Wiku Adisasmito menegaskan, pemerintah pusat dan daerah gencar melakukan surveilans. Upaya ini agar penemuan kasus dan penanganan segera dapat dilakukan dengan baik.

"Ke depannya, pemerintah pusat bekerja sama dengan dinas kesehatan dan dinas pendidikan di masing-masing daerah terus melakukan surveilans, baik aktif maupun pasif untuk antisipasi kasus yang lebih baik," terangnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyebut, ada 126 kabupaten/kota pekan lalu dengan kenaikan kasus COVID-19. Penyebabnya terjadi akibat aktivitas PTM dan takziah.

"Ingin saya sampaikan di sini, bahwa memang kami sudah mengidentifikasi dari minggu ke minggu, bila ada kabupaten/kota yang naik. Minggu lalu, berdasarkan observasi di Kementerian Kesehatan, ada 126 kabupaten/kota yang naik," kata Budi Gunadi saat memberikan keterangan pers mengenai Perkembangan PPKM pada Senin, 15 November 2021 di Kantor Presiden, Jakarta.

"Beberapa di antaranya, ada juga yang sudah 3 minggu berturut-turut naik, sehingga kami melakukan pendalaman dan sebagian besar disebabkan, karena adanya kasus positif di sekolah (sekolah tatap muka) dan takziah." (Selengkapnya: COVID-19 di 126 Daerah Naik, Menkes Budi: Karena PTM dan Takziah)

Infografis Pemicu dan Strategi Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

Infografis Pemicu dan Strategi Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Pemicu dan Strategi Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19 (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel