PTPN IX berupaya wujudkan swasembada gula di Jateng

·Bacaan 1 menit

PT Perkebunan Nusantara IX ikut berupaya mewujudkan swasembada gula di Jawa Tengah dengan fokus penguatan bisnis pada perkebunan tebu.


"Industri gula di Jawa Tengah, khususnya di pabrik gula milik PTPN akan kami bangkitkan kembali. Dan sebagaimana diketahui dulu Jawa Tengah bisa melakukan swasembada gula, nah ini yang akan kami bangkitkan kembali," kata Direktur Utama PTPN IX Tio Handoko di Semarang, Sabtu.


Ia menyebut pada zaman dulu Jawa Tengah merupakan salah satu daerah penghasil gula yang cukup baik dan komitmen PTPN IX untuk memajukan kembali industri gula dibuktikan dengan pendirian anak perusahaan.


Anak perusahaan tersebut merupakan sinergi dari tujuh PTPN yang dinamakan PT Sinergi Gula Nusantara atau dikenal juga dengan nama Sugar Co.

Baca juga: Gebrakan menuju swasembada gula nasional


Ketujuh PTPN itu adalah PTPN II di Sumatera Utara, PTPN VII di Lampung, PTPN IX di Jawa Tengah, PTPN X, PTPN XI, dan PTPN XII di Jawa Timur, serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan.


"PTPN IX berkontribusi, seluruh pabriknya di Jawa Tengah masuk ke grup besar itu untuk wujudkan swasembada gula karena budidaya tebu dan industri gula sudah lama terpuruk," ujarnya.


Hal tersebut disampaikan Tio usai mendampingi karyawan-karyawati muda PTPN IX yang tergabung dalam Gawai Muda dengan menggandeng Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyerahkan bantuan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) kepada warga Tambak Rejo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara.

Baca juga: PT RNI ajak milenial jadi petani tebu bantu transformasi industri gula


Penyerahan bantuan sebanyak 500 paket sembako itu menyasar warga kelurahan Tambak Lorok yang merupakan desa nelayan di daerah pesisir utara Jawa Tengah.


Bantuan TJSL yang diberikan PTPN IX merupakan respon perusahaan dalam membantu masyarakat di masa pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel