PTPN V perkuat Posyandu lawan stunting di Pekanbaru

PT Perkebunan Nusantara V memperkuat pos pelayanan terpadu (Posyandu) sebagai garda terdepan dalam memerangi stunting atau kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi pada anak di pemukiman padat penduduk, Kota Pekanbaru, Riau.

Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko Santosa di Pekanbaru, Senin, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/Daerah tahun 2019-2024.

"Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals nomor tiga, yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia," tutur Jatmiko.

Baca juga: PTPN V perkuat literasi di wilayah terpencil

Selain melalui program TJSL, partisipasi perusahaan dalam mendukung pencegahan stunting juga dilaksanakan oleh ikatan keluarga besar istri (IKBI) PTPN V. Belum lama ini, IKBI PTPN V melaksanakan program sosialisasi serta penyuluhan pentingnya gizi seimbang bagi ibu-ibu hamil agar terhindar dari stunting.

Melalui program tanggung jawab sosial lingkungan atau TJSL, PTPN V menyalurkan bantuan sebesar Rp90 juta kepada enam Posyandu yang berlokasi di Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Binawidya, Pekanbaru. Masing-masing adalah Posyandu Kasih Ibu, Cinta Anak, Graha Permai, Apel, Berakal Manfaat, dan Murbai.

Graha Permai, salah satu Posyandu yang berdiri di Kelurahan Tobek Godang, Pekanbaru. Tiap bulan, Nelti yang telah mengabdi sebagai kader Posyandu selama 19 tahun terakhir itu melayani sedikitnya 60 bayi maupun ibu yang sedang hamil.

"Alhamdulillah. Sudah sangat lama kami minim perhatian. Ini seperti oase di padang pasir saat perusahaan BUMN hadir memberikan dukungan kepada kami. Terima kasih PTPN V," kata Ketua Posyandu Graha Permai, Nelti.

Baca juga: Menteri BUMN minta PTPN wujudkan swasembada gula pasir di 2024

Baca juga: Pupuk Indonesia gandeng PTPN Group, targetkan swasembada gula di 2024

Dia mengakui bahwa stunting masih menjadi persoalan yang cukup menantang bagi kader seperti dirinya. Provinsi Riau sendiri masih mencatat angka prevalensi stunting sebesar 23,7 persen pada tahun 2020 dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada 2024.

Ketua Posyandu Kelurahan Tabek Gadang, Desmita mengatakan bahwa terdapat sembilan Posyandu yang berada di wilayah tersebut. Tiap bulan, dia bersama para kader Posyandu di Tobek Godang melayani tak kurang 700 orang.

"Bantuan ini sangat bermanfaat untuk kami. Mewakili ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal ini, kami mengucapkan terima kasih atas uluran tangan PTPN V," tutur Desmita.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel