PTPN VII salurkan pinjaman untuk petani di Lampung Selatan

·Bacaan 2 menit

PTPN VII melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) menyalurkan pinjaman Rp812,5 juta kepada petani di Lampung Selatan.

"Program itu digulirkan dalam rangka perbaikan ekonomi masyarakat terdampak pandemik. Satu sasaran masyarakat yang menerima program tersebut adalah petani," kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PTPN VII, Okta Kurniawan dalam keterangannya di Bandarlampung, Rabu.

Pihaknya juga telah melakukan panen padi kelompok petani mitra binaan PTPN VII di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (18/5).

Okta mengatakan, PKBL dan kemitraan sejatinya telah digulirkan PTPN VII sejak tiga tahun lalu. Hingga saat ini telah digelontorkan Rp18,8 miliar.

"Ini untuk tiga provinsi, yakni Lampung, Sumatera Selatan, dan Bengkulu yang menjadi wilayah tugas kami menyasar sektor kepala sawit, tebu, dan padi. Tapi Lampung paling besar penyalurannya," ujarnya.

Khusus program kemitraan terbaru di Lampung, menyasar para petani di Lampung Selatan. Konsep program berupa bantuan pinjaman modal usaha untuk pembelian sarana produk padi (Saprodi).

"Program ini mendukung pemerintah mewujudkan swasembada beras. Kami telah menyalurkan dana kepada kelompok tani berupa bantuan pinjaman untuk pembelian saprodi yang menjadi kebutuhan pokok budidaya padi," papar Okta.


Ia mengatakan, PKBL dari PTPN VII melalui penyaluran dana pinjaman menyasar petani di Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

Di dua kecamatan tersebut, bantuan pinjaman disalurkan kepada Kelompok Tani Bina Mulya II, Sinar Tani I, Tani Makmur, dan Setia Janji dengan total luas lahan sawah 260 hektare.

Ia menambahkan, dari 65 anggota kelompok tani tersebut, masing-masing menerima pinjaman Rp12,5 juta. Dari empat kelompok tani ini total jumlah bantuannya berbeda-beda berdasarkan jumlah anggota kelompok taninya.

"Tapi secara kumulatif, pinjaman kami salurkan ke empat kelompok tani ini sebesar Rp812.500.000. Pinjaman tersebut diserahkan kepada petani Desember 2020 dan telah digunakan untuk menggarap lahan sawah mulai dari membajak sawah hingga pemupukan," ujarnya.

PKBL lanjutnya, akan terus dievaluasi durasi waktu tanam hingga masa panen antarkelompok tani berbeda. Itu tergantung bibit yang digunakan oleh petani.

"Sehingga masa panennya tidak bersamaan. Masa panen telah dimulai awal Mei 2021. Seperti kegiatan hari ini, ada 7 hektare padi yang dipanen. Panennya pun kini lebih mudah karena gunakan alat combine," kata Okta

Ia menyatakan, PTPN VII akan terus mengevaluasi PKBL untuk pelaksanaan program selanjutnya ke depan. Selain pendanaan dan kemitraan, para penerima program juga ada pendampingan teknis seperti pelatihan dari konsultan.

Baca juga: PTPN VII targetkan mulai raup laba pada 2021

Baca juga: PTPN VII gandeng PT SAM untuk optimalisasi aset

Baca juga: Menteri BUMN Dorong PTPN VII Bangun Kawasan Industri