PTPN VIII komitmen jaga lahan konservasi di perkebunan kelapa sawit

·Bacaan 2 menit

PT Perkebunan Nasional VIII (Persero) berkomitmen untuk menjaga lahan konservasi di perkebunan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat dengan ditanami pohon langka bernama gutha perca.

"Lahan tanaman gutha tetap dipertahankan sebagai lahan konservasi, di samping kita ambil daunnya untuk diproduksi," kata Asisten Kepala Wakil Manajer PTPN VIII Unit Sukamaju Dadan Ramdan saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Tanaman gutha perca tumbuh di 333 hektare lahan yang tersebar di delapan area perkebunan kelapa sawit PTPN VIII yang berada di Kabupaten Sukabumi. Pohon gutha perca sudah ada sejak zaman kolonial Belanda yang pada saat itu pemerintahan Belanda di nusantara memproduksi getah gutha perca dan dikirim ke berbagai negara di Eropa untuk produksi berbagai perlengkapan.

Getah gutha perca pernah menjadi komoditas andalan pemerintahan Hindia Belanda pada akhir abad 19 dan dieksploitasi besar-besaran yang menyebabkan tanaman tersebut hampir punah.

"Semenjak alih budidaya dari karet ke sawit mulai tahun 2002, tanaman gutha tetap dipertahankan. Kalau untuk lahan konservasi tidak berubah," kata Dadan. Bahkan PTPN VIII juga melakukan budidaya kembali tanaman yang hampir punah tersebut meski tanpa adanya tambahan lahan konservasi.

Pemerintah mensyaratkan setiap perkebunan kelapa sawit di Indonesia mendapatkan sertifikasi ISPO atau Indonesian Sustainable Palm Oil. Salah satu persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi tersebut yaitu dampak lingkungan yang harus dijaga dengan melindungi area-area bernilai konservasi tinggi.

Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), setiap anggotanya diwajibkan untuk mengimplementasikan prinsip ISPO yaitu menjaga dampak lingkungan dengan melakukan rehabilitasi sungai, menjaga cadangan hutan di dalam kawasan perkebunan sebagai sumber penyerap karbon, serta program restorasi hutan bakau.

Gapki mencatat, seiring usia tanaman bakau yang terus meningkat sejak ditanam di area perkebunan pada 2011, juga meningkatkan jumlah spesies fauna dan fauna yang bermigrasi ke kawasan hutan bakau tersebut dari di bawah 10 spesies pada 2011 menjadi lebih dari 50 spesies pada tahun 2016.


Baca juga: Gutta Percha, pohon berdaun Rp3,5 juta
Baca juga: Para petani sawit di PTPN VIII tak terdampak pandemi
Baca juga: Minyak sawit berkontribusi 50 persen pendapatan PTPN VIII
Baca juga: PTPN VIII akan bangun kawasan industri di Kabupaten Subang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel