PTS diminta berinovasi-beradaptasi secepat perkembangan zaman

Perguruan tinggi swasta (PTS) diminta melakukan inovasi dan mampu beradaptasi secepat perkembangan zaman untuk menyiapkan generasi muda yang sesuai dengan tantangan bangsa ke depan.


"Saya sampaikan tadi tantangan bangsa ini menjadi semakin berat, saya berharap inovasi dan adaptasi dari perguruan tinggi juga secepat perkembangan zaman. PTS sebenarnya lebih luwes dalam arti lebih improve dalam beberapa kegiatan yang bisa sesuai dengan perkembangan zaman," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai membuka Musyawarah Wilayah V Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) Provinsi Jateng di STIE Bank Jateng, Semarang, Senin.

Baca juga: LLDikti dorong peningkatan mutu perguruan tinggi swasta di Indonesia


Pada Muswil ABP-PTSI dan seminar nasional yang dihadiri hampir seluruh pengelola PTS se-Jateng itu, Ganjar berpesan kepada para pengelola PTS untuk menyiapkan operasional pembelajaran.


"PTS hari ini harus lebih adaptif, tapi universitas negeri juga sebenarnya. Ini pertemuan pengelola perguruan tinggi swasta dan ini dari yayasan, maka mereka sebenarnya adalah owner-nya. Diharapkan para owner atau pengelola ini nantinya juga bisa men-drive yang bertanggung jawab pada belajar mengajar harian. Study operation," ujarnya.

Baca juga: Wapres minta ABP-PTSI dorong peningkatan mutu PTS


Menurut dia, inovasi, adaptasi, dan improvisasi itu bisa berkaitan dengan era digital dan munculnya ilmu-ilmu khusus di luar bidang keilmuan yang sudah ada, serta bisa juga berupa jurusan atau fakultas yang sesuai dengan kebutuhan ke depan.


"Umpama PT Pos punya universitas logistik dan bisnis. Itu bicaranya soal logistik saja dikaitkan dengan artificial intelligence, dikaitkan dengan robotik karena terdepan pengelolaan logistik bagaimana. Toh sekarang orang berbisnis tidak hanya nongkrong di mall, di toko, bisa buka online dan dikirim. Artinya manajemen logistiknya di situ," katanya.

Baca juga: APTISI sebut lebih dari 1.000 PTS lakukan digitalisasi


Selain itu, kata Ganjar, tantangan ke depan juga terkait dengan transportasi, bisnis digital, serta kebutuhan pangan dan energi. Hal itu akan menjadi kebutuhan penting masyarakat yang harus mulai diatasi, belum lagi persoalan lain yang juga harus bisa dicermati oleh perguruan tinggi sehingga bisa mengambil respons dengan cepat.


"Perguruan tinggi mempunyai peluang jauh lebih banyak untuk mengambil peran masing-masing itu. Sekarang para pengelola berkumpul, mudah-mudahan bisa merespons semua ini dengan cepat," katanya.