Puan ajak generasi muda utamakan prinsip kemandirian bangun bangsa

Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak generasi muda untuk mengutamakan prinsip kemandirian untuk membangun bangsa dan negara.

Puan Maharani mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk mengingat kembali bagaimana suasana pada tahun 1928 saat pemuda dan pemudi Indonesia dari seluruh daerah berkumpul dan melahirkan komitmen untuk bisa bersatu atas nama Indonesia.

"Dengan mengesampingkan semua perbedaan, pemuda dan pemudi Indonesia saat itu menyatakan janji satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Semangat ini yang harus selalu kita kobarkan," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Puan mengajak seluruh masyarakat mengingat kembali perjuangan pemuda/pemudi Indonesia terdahulu. Oleh karena itu, tonggak sejarah perjuangan pemuda Indonesia dalam meraih kemerdekaan harus selalu menjadi semangat bagi masyarakat dalam memajukan Indonesia.

"Peringatan Sumpah Pemuda bukan hanya diperingati generasi muda saat ini saja karena semua warga Indonesia pernah menjadi pemuda yang memiliki perjuangan yang sama demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama," ujarnya.

Namun, dia berharap generasi muda saat ini bisa lebih memaknai semangat perjuangan Sumpah Pemuda karena mereka adalah penentu masa depan bangsa.

Untuk menjadi sumber daya manusia (SDM) unggul, kata Puan, generasi muda harus dapat "berdiri di kaki sendiri" (berdikari). Oleh sebab itu, singkirkan sikap manja, kemudian tumbuhkan semangat kemandirian sehingga mampu berjuang demi kemajuan Indonesia.

Menurut Puan, cara berjuang pemuda saat ini berbeda dengan perjuangan pemuda pada era kemerdekaan, bukan lagi dengan mengangkat senjata, melainkan dengan karya dan keahlian di bidang masing-masing.

"Misalnya menjadi tenaga kesehatan, ilmuwan, politisi, aparatur sipil negara (ASN), pengusaha, jurnalis, pekerja seni budaya, profesional IT, dan analis ekonomi. Semua karya pemuda saat ini adalah bentuk perjuangan demi Tanah Air," katanya.

Ia mengajak generasi muda menumbuhkan semangat menyatukan Indonesia dengan cara-cara positif karena dengan bersatunya pemuda, Indonesia akan terus maju.

Menurut dia, generasi muda harus bisa menjadi agen perubahan dalam pembangunan nasional karena Indonesia akan memiliki bonus demografi pada tahun 2045.

Jika generasi muda tidak dipersiapkan tumbuh menjadi agen perubahan, kata dia, bonus demografi justru akan menjadi sia-sia.

"Untuk menuju Indonesia Emas pada tahun 2045, semua pihak harus memberi dukungan. DPR bersama Pemerintah akan terus berupaya memberi produk kebijakan yang berpihak pada kemajuan generasi muda Indonesia," katanya.

Baca juga: Media massa harus di garda depan dalam menjunjung bahasa persatuan
Baca juga: TMII gelar pawai budaya peringati Hari Sumpah Pemuda