Puan dorong sektor pertanian jadi argowisata

·Bacaan 2 menit

Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong sektor pertanian dikembangkan menjadi argowisata sehingga menjadi keunggulan pariwisata karena Indonesia memiliki banyak lahan pertanian dan perkebunan.

"Sawah di Desa Banjar, Dusun Rembang, Kecamatan Licin, Banyuwangi ini adalah bukti nyata bahwa kegiatan pertanian kita memiliki potensi besar untuk dijadikan agrowisata," kata Puan dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Hal itu dikatakan Puan usai memanen padi bersama petani di Banyuwangi, Jawa Timur.

Dia mengatakan, persawahan di Licin, Banyuwangi memperlihatkan bagaimana proses mengolah tanah hingga panen bisa menjadi atraksi wisata yang bagus. Karena itu Puan mendorong pertanian di daerah lain bisa menjadikan kegiatan tani di Licin ini sebagai contoh.

Baca juga: Puan dukung munculnya banyak petani milenial

Baca juga: Puan mengajar sejarah saat meninjau PTM di Yogyakarta


Dia juga memuji masyarakat Banyuwangi yang solid menjadikan kegiatan pertanian sebagai hal membanggakan sehingga upaya masyarakat Banyuwangi melestarikan kebudayaan patut "diacungkan jempol".

"Kegiatan di sini dilakukan dengan semangat gotong royong, kolaborasi dengan petani. Tanam sama-sama, panen sama-sama, produktivitas naik, juga mengangkat tradisi lokal bagaimana membajak tanah, dan menanam," ujarnya.

Di sisi lain menurut dia, masyarakat Banyuwangi juga terbuka dengan perkembangan zaman yaitu dengan melakukan pertanian modern menggunakan "transplenter rice", artinya petani di agrowisata bukanlah penonton tapi pelaku.

Dalam kesempatan tersebut, Puan memanen padi bersama 7 petani perempuan di Dewi Rembang, Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Saat memanen padi, Puan berdialog bersama petani mengenai persoalan pertanian di Banyuwangi, di Dewi Rembang, padi yang ditanam berjenis "inpari 32" (padi hibrida) dengan luas lahan sebesar 3 hektare.

Usai memanen, Puan memberikan sejumlah bantuan kepada kelompok tani seperti "hand tractor", pompa air dan "sprayer".

Baca juga: Puan serap aspirasi nelayan Banyuwangi

Untuk Kelompok Difable, Puan memberikan 50 kursi roda, 25 alat bantu dengar, 10 tongkat elektrik dan sembako yang akan didistribusikan oleh Pemkab Banyuwangi. Puan juga memberi bantuan untuk 3 orang pelajar berupa laptop, tools kit, dan sarana video kreatif.

Puan juga memberikan sebanyak 215 paket diberikan sebagai santunan untuk janda-janda korban COVID-19 dan santunan kepada 200 anak yatim-piatu korban pandemi yang dilakukan secara simbolis.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel