Puan Maharani Minta PSSI Terus Membina Para Pemain Muda

·Bacaan 1 menit
Ketua DPR Puan Maharani berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI Ke-16 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). Rapat juga membahas pembentukan kementerian baru. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Ketua DPR Puan Maharani mengapresiasi Timnas Indonesia meski kandas pada leg kedua Final Piala AFF 2020 melawan Thailand dengan agregat 6-2 pada Sabtu 1 Januari 2021 di Stadion Nasional, Singapura.

"Bangga dengan semangat dan kerja keras yang dilakukan Timnas dalam usaha merebut Piala AFF. Semangat serta daya juang para pemain menunjukan timnas memiliki masa depan yang cerah," kata dia dalam keterangannya, Minggu (2/1/2022).

Politikus PDIP ini pun meminta PSSI untuk semakin meningkatkan kualitas liga sepakbola di Tanah Air agar memunculkan pemain muda yang lebih baik.

"Mendorong juga mendorong dan berharap PSSI terus membina pemain muda dan meningkatkan kualitas kompetisi Liga sepakbola nasional. Karena Liga sepakbola nasional menjadi sumber perekrutan pemain Timnas. Kalau hulunya baik, hilirnya pasti baik," jelas Puan.

Dia pun berharap, Indonesia bisa segera meraih Piala AFF 2020 dengan terus mengasah kemampuan dan bekerja keras.

"Meski belum di posisi pertama, saya dan saya juga yakin seluruh rakyat Indonesia tetap bangga atas perjuangan kalian semua, dan memiliki harapan untuk prestasi-prestasi berikutnya di tahun-tahun mendatang," kata Puan.

Gagal Menang

Sebelumnya, Timnas Indonesia mengimbangi Thailand 2-2 pada leg kedua final Piala AFF 2020 di Stadion Nasional, Singapura, Sabtu (1/1/2022). Namun, Skuat Garuda kalah agregat 2-6.

Ricky Kambuaya sempat membawa Indonesia memimpin di menit ke-7. Namun, Thailand membalikkan kedudukan selepas jeda lewat Adisak Kraisorn ('54) dan gol bunuh diri Asnawi Mangkualam ('56).

Pasukan Shin Tae-yong menghindari kekalahan berkat gol Egy Maualana Vikri ('80).

Kemenangan tersebut mempertegas dominasi Thailand di Piala AFF. Mereka kini sudah enam kali menjadi juara. Sebelumnya mereka berjaya pada 1996, 2000, 2002, 2014, dan 2016.

Sebaliknya, ini adalah kekalahan keenam Indonesia pada final Piala AFF. Sebelumnya Tim Garuda menderita pada 2000, 2002, 2004, 2010, dan 2016.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel