Puan Maharani: SBY jangan banyak pencitraan

MERDEKA.COM,

Kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menurun tajam. Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPR Puan Maharani mendesak SBY untuk tidak mengagendakan pencitraan menjelang Pemilu 2014.

"Tentunya memang satu hal yang harus diperbaiki, mumpung masih ada waktu untuk memperbaiki. Jangan sampai hanya sibuk melakukan pencitraan untuk pemilu yang akan datang, tapi justru harus memikirkan apa yang dilakukan oleh pemerintah, untuk rakyat menjelang 2014," kata Puan di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (30/1).

Sebagai partai oposisi, PDIP terus mengkritisi kinerja pemerintah yang tidak sesuai dengan kehendak dan aspirasi rakyat. Seharusnya, lanjut Puan, pemerintah bisa membawa bangsa Indonesia lebih bermartabat.

"Dan kemudian rakyat menilai bagaimana kinerja, dan apa yang dilakukan pemerintahan saat ini menurun," lanjut Puan.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menyatakan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja SBY dan kabinetnya mengalami penurunan. Hal ini terbaca dari data hasil survei yang dijalankan pada 22 hingga 25 Februari 2013.

"Kepuasan publik terhadap kinerja kabinet pun makin merosot. Pada survei kali ini, mereka yang puas terhadap kinerja kabinet tinggal 34,32 persen," ujar peneliti LSI Ardian Sopa dalam konferensi pers di Gedung LSI, Jl Pemuda, Jakarta, (29/1).

Ardian mengatakan, penurunan ini terjadi dengan cukup drastis jika dibandingkan dengan hasil survei yang sama pada 2010. "Pada Januari 2010, kepuasan publik pada kerja kabinet sebesar 52,30 persen. Dibandingkan dengan Januari 2010, maka kepuasan terhadap kabinet turun 18 persen," kata dia.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.