Puan Menanam Padi Sambil Hujan-hujanan, PDIP: Bukan Pencitraan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani ikut menanam padi saat kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 11 November 2021. Momen tersebut menjadi viral di media sosial sebab politikus PDIP itu menanam padi sambil hujan-hujanan.

Salah satu yang turut berkomentar adalah mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," tulis Susi di Twitter.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekjen PDIP Sadarestu menegaskan apa yang dilakukan Puan sama sekali bukan pencitraan.

"Ini bukan pencitraan tetapi Mbak Puan menjalankan bagian dari tugas beliau sebagai Ketua DPR RI. Walaupun sejak dulu Mbak Puan memang selalu turun ke bawah untuk bertemu dengan rakyat secara langsung agar bisa mendengar dan melihat yang terjadi di masyarakat," kata Sadarestu pada wartawan, Jumat (12/11/2021).

Sadarestu menyebut, berbagai kritik yang tertuju ke Puan adalah hal biasa saja, apalagi mendekati momen Pemilu 2024.

"Terkait dengan adanya kritik dari berbagai pihak, saya rasa itu sah sah saja. Apalagi mendekati Pemilu 2024. Sehingga apapun yang dilakukan oleh Mbak Puan akan selalu dihubung-hubungkan dengan persiapan pesta demokrasi 2024,” pungkas dia.

Puan Maharani Ikut Menanam Padi di Tengah Rintik Hujan

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani.
Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani.

Ketua DPR Puan Maharani mendorong petani melek teknologi dalam rangka peningkatan produktivitas hasil pertanian. Jika produktivitas naik, maka tegas Puan, kesejahteraan petani pun meningkat.

Hal itu disampaikan Puan saat melakukan kunjungan kerja ke area persawahan Sendangmulyo, Minggir, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (11/11/2021).

Di area sawah seluas enam hektar itu, Puan turut serta menanam padi bersama petani perempuan di tengah rintik hujan. Selama menanam bibit padi, Puan berdialog dengan petani. Mengenakan caping dan sepatu khas petani, Puan mendengar aspirasi dari petani milenial yang hadir, salah satunya Linggarsari Ayu.

Perempuan yang akrab disapa Ayu itu mengungkapkan, ia memilih menjadi petani karena ingin membantu orangtuanya yang sudah lanjut usia.

"Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawahnya tidak dijual atau ditanami beton dijadikan di rumah," sebut Ayu kepada Puan.

Menanggapi itu, Puan pun mendukung munculnya banyak petani milenial. Ia menegaskan, Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa adanya petani. Oleh karenanya, DPR RI terus memberi perhatian besar bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

"Sebab tangan mereka yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotong royong menghasilkan solusi-solusi lebih menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian. Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya," tutur Puan.

Dalam perbincangan dengan petani milenial itu, Puan menekankan pentingnya ekonomi pertanian digital yang sudah saatnya dilirik dan dikembangkan karena dapat membantu para petani. Untuk itu, Puan memuji adanya aplikasi berbasis website sebagai marketplace kecil produk pertanian yang diinisiasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Aplikasi tersebut merupakan wadah bagi petani dan calon pembeli bisa bertemu secara daring. "Website itu contoh baik penggunaan teknologi untuk membantu para petani. Perlu diperbesar lagi jangkauannya dan diperlengkap fitur-fiturnya. Petani memang perlu melek teknologi," puji politisi PDI-Perjuangan itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel