Puan Minta Pemerintah Buat Sistem Real Time Stok Vaksin

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan respon positif terkait langkah pemerintah yang memperluas akses vaksin bagi masyarakat. Namun perluasan akses vaksin bagi masyarakat tetap harus dimaksimalkan dengan ketersediaan pasokan dan distribusi vaksin yang semakin lancar.

"Kalau akses vaksin telah diperluas untuk warga yang belum punya NIK serta warga rentan, dan sebelumnya juga anak di atas 12 tahun sudah boleh divaksin, berarti sasaran vaksinasi semakin luas. Karena itu, pasokan dan distribusinya tidak boleh tersendat, justru harus semakin lancar," kata Puan, Kamis 5 Agustus 2021.

Menurut Puan, saat ini pemerintah mengatakan vaksin yang sudah beredar di daerah dan sebagiannya siap didistribusikan berjumlah 100,9 juta dosis vaksin. Oleh karena itu, jangan sampai masih ada lagi laporan tentang keterbatasan stok vaksin di daerah yang mengakibatkan proses vaksinasi menjadi tersendat atau bahkan terhenti.

"Jumlah stok vaksin itu seharusnya aman untuk beberapa waktu ke depan, tapi kalau ada laporan stok vaksin di daerah kosong, berarti ada yang harus dibenahi dalam sistem data stok vaksin," kata Puan

Politikus PDI Perjuangan itu menambahkan tidak boleh ada jeda waktu yang terlalu lama antara proses data stok vaksin yang riil di lapangan, dengan data stok yang dipantau di pusat. Karena itu akan menghambat proses vaksinasi.

"Jangan sampai nanti data stok riil vaksin di lapangan sudah habis, tapi data yang terpantau di pusat masih cukup. Jadi delay input datanya tidak boleh terlalu lama. Kalau perlu dibuat sistem data yang real time, sehingga kondisi stok sebenarnya di lapangan bisa terpantau setiap waktu dari pusat," kata Puan.

Sistem data stok vaksin yang baik tentu akan membantu mempercepat proses vaksinasi itu sendiri. "Jadi jangan abaikan hal-hal teknis seperti ini. Kalau hal teknis menjadi kendala, segera diperbaiki," ujar Puan

Diketahui, program vaksinasi yang digalakkan pemerintah terkendala dengan stok ketersediaan vaksin di daerah. Sejumlah daerah mengeluhkan stok vaksin COVID-19 menipis dan menanti pasokan dari pusat.

Seperti di Aceh pada 26 Juli 2021 lalu, stok vaksin yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Aceh saat itu mulai menipis. Tersisa 1.900 dosis yang disimpan di gudang.

Dengan jumlah stok sebanyak itu, dipastikan hanya akan bisa digunakan untuk vaksinasi selama tiga hari ke depan. Jika tidak ada penambahan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Aceh dr. Iman Murahman mengatakan, sudah menyurati pemerintah pusat untuk mengajukan penambahan vaksin COVID-19.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel