Puasa Bisa Buang Racun di Tubuh, Tapi Ada Syaratnya

·Bacaan 2 menit

VIVAPuasa memiliki banyak manfaat untuk tubuh jika dilakukan dengan benar. Dengan berpuasa, kita dapat meregenerasi sel, meningkatkan imunitas, mengontrol gula darah, mengurangi peradangan, termasuk mendetoksifikasi tubuh.

Namun, bukan asal berpuasa. Puasa sendiri harus dibarengi dengan konsumsi makanan sehat saat berbuka dan sahur, agar dapat bermanfaat bagi tubuh.

Pemilik Serasa Salad Bar, Fitriani Rahmah, pun mengatakan, puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus saja.

Menurut dia, ada proses detoksifikasi yang bisa membantu kita untuk membuang racun secara optimal, sehingga tubuh bisa menjadi jauh lebih segar, sehat dan pembuangan racun juga jadi lebih optimal.

"Cuma kan case-case-nya sekarang justru lebih banyak orang abis Lebaran malah tiba-tiba kolesterol naik atau berat badan naik. Nah, ternyata ada beberapa hal yang kurang tepat saat kita puasa," ujarnya saat acara Virtual Ngabuburit Tokopedia, yang digelar baru-baru ini.

Lebih lanjut Fitri menjelaskan, proses detoksifikasi pengeluarannya beragam, bisa melalui keringat, urine atau buang air besar (BAB). Namun, proses tersebut tak selamanya lancar.

"Tapi kadang-kadang karena racun yang begitu banyak, akhirnya kerja tubuh melambat. Karena pola hidup kita berbeda terutama dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari," lanjut dia.

Menurut Fitri, untuk membantu memperlancar proses detoksifikasi dan mengeluarkan racun dari tubuh, dia menyarankan untuk mengonsumsi real food. Apa alasannya?

"Karena real food ini sebetulnya pasangan makanan bagi tubuh kita. Itu bahan bakar terbaik yang sebenarnya harus kita konsumsi sehari-hari, supaya badan, otak kita, ap apun yang keluar dari tubuh kita bisa jadi optimal," terang dia.

Ditambah lagi menurut Fitri, real food tidak melalui proses pengolahan yang panjang, sehingga vitamin dan mineral yang terkandung di dalamnya tidak rusak dan tetap dapat terserap oleh tubuh.

"Sayuran itu banyak banget, buah-buahan juga melimpah, terus protein-protein hewani, yang melimpah di mana-mana. Cuma mungkin karena mobilitas tinggi dan lain sebagainya, kita memilih makanan-makanan yang praktis dan cepat. Padahal tanpa disadari, hal-hal tersebut sebetulnya memberikan efek negatif jika dilakukan terus-menerus," pungkas Fitriani Rahmah.